logo
pr-logo-head
Kamis, 01/02/2018 16:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Funmi Ilori, Pendiri Perpustakaan Keliling untuk Masyarakat Miskin Nigeria

img6

Perpustakaan Keliling (AFP)

Funmi Ilori merupakan seorang wanita dengan impian besar.

Ia bercita-cita dapat memiliki sebuah perpustakaan terbesar di Afrika.

Kini, impian Funmi memang belum sepenuhnya tercapai.

Setidaknya, saat ini ia telah mempunyai sebuah mobil van berisi buku-buku yang disulap menjadi perpustakaan berjalan.

Mobil van itu meluncur setiap harinya ke daerah-daerah miskin di Lagos, Nigeria.

Menurut Funmi, perpustakaan harus menangkap pembaca baru dari usia muda.

Terlebih realita di lapangan menyebutkan bahwa masyarakat pedesaan, ada anak yang belum pernah memegang buku.

Foto: AFP

"Saya menganjurkan perpustakaan komunitas di mana-mana. Sama seperti gereja-gereja sedang bermunculan, perpustakaan harus bermunculan," ujar Funmi kepada AFP, dikutip Kamis, 1 Februari 2018.

Atas dasar itulah ia mendirikan perpustakaan berjalan yang disebut iRead Mobile Library.

Awalnya, Funmi merupakan seorang guru sekolah dan memulai bisnis peminjaman buku pada 2003.

Sepuluh tahun setelah memulai skema "buku dalam keranjang", ia menemukan ide perpustakaan bergerak dan mengajukan dana dari inisiatif pengembangan pemerintah Nigeria.

Tak percuma, usaha tersebut pun berhasil dan ia mendapat dana 10 juta Naira atau setara Rp371 juta.

Dengan dana itu, dia membeli sebuah truk dan sebuah minibus.

Kini, usaha Funmi membuat perpustakaan keliling menjadi besar.

Berkat hibah dan sponsor, ia telah mampu menampung 13 karyawan, membeli 1.900 buku dan empat van.

Foto: AFP

Ia mengunjungi empat sampai enam sekolah setiap hari, menyelenggarakan lokakarya bacaan pada malam hari dan pada akhir pekan untuk anak-anak di luar sekolah di daerah kumuh dengan bantuan sukarelawan.

Van berfungsi seperti perpustakaan asli yaitu anak-anak dapat memilih buku yang ingin mereka baca di rumah, membawanya kembali minggu berikutnya dan menulis "ulasan" wajib tentang apa masalahnya.

"Kami membutuhkan lebih banyak buku anak-anak Afrika sekarang," ujar Funmi.

#Edukasi #gaya hidup #lifestyle

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN