logo
pr-logo-head
Selasa, 10/04/2018 16:30
PENULIS : ALESSHINTA GESTIRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Neapolis, Kota Romawi Kuno yang Runtuh Akibat Gempa

img6

Neapolis (Sumber: theindependent)

Para arkeolog telah menemukan jaringan luas reruntuhan bawah laut yang membentuk kota Romawi kuno yang dulu dikenal sebagai Neapolis, yang sebagian besar hanyut oleh tsunami dahsyat sekitar 1.700 tahun yang lalu.

Temuan laut dalam yang dramatis termasuk jalan-jalan dan monumen.

Salah satunya penemuan seratus tank yang digunakan untuk memproduksi saus ikan fermentasi, yang merupakan bumbu populer di Roma dan Yunani kuno saat itu.

Saus ikan ini juga menjadi faktor penting dalam ekonomi Neapolis.

Ekspedisi untuk menemukan Neapolis ini melibatkan para peneliti dari Institut Warisan Nasional Tunisia dan Universitas Sassari di Italia, yang telah berjalan sejak 2010.

Namun, baru dilakukan saat ini karena kondisi cuaca yang mendukung.

"Penemuan ini telah memungkinkan kami untuk menetapkan dengan pasti bahwa Neapolis adalah pusat utama untuk pembuatan garum dan ikan asin, mungkin pusat terbesar di dunia Romawi," ungkap kepala tim, Mounir Fantar, kepada AFP. 

Reruntuhan membentang hampir 50 hektar, menurut tim yang menemukannya ini menunjukkan bahwa Neapolis memang sebagian terendam oleh tsunami yang disebabkan gempa bumi pada 21 Juli 365 SM.

Peristiwa itu telah dicatat oleh sejarawan Ammien Marcellin, dan bencana alam yang sama diperkirakan telah menyebabkan kerusakan besar di kota Alexandria Mesir dan di pulau Kreta Yunani pada saat itu.

Sementara alat ukur ilmiah tidak ada di masa lalu, sejarawan menganggap gempa terdiri dari dua guncangan, yang terbesar mencapai 8,0. 

Cukup kuat untuk mendorong bagian-bagian Kreta hingga 10 meter atau 33 kaki.

Awalnya didirikan pada abad kelima SM, Neapolis berarti "kota baru" dalam bahasa Yunani. 

Situs bawah lautnya tepat berada di Nabeul timur laut Tunisia, yang merupakan tempat wisata populer saat ini dan terkenal karena tembikarnya.

Kota ini berpindah tangan di antara faksi-faksi yang berseteru beberapa kali, menjadikannya pusat sejarah yang penting dalam kisah kawasan Afrika Utara.

"Kami sedang mencari pelabuhan dan prospek bawah laut memungkinkan kami untuk mengenali jejak lain, dan terutama untuk memiliki kepastian bahwa Neapolis menderita gempa ini pada 365 AD," kata Fantar kepada AFP.

#Edukasi #Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018