logo
pr-logo-head
Senin, 23/04/2018 17:30
PENULIS : ALESSHINTA GESTIRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Survei: Sektor Pekerjaan Masih Didominasi Pria

img6

Ilustrasi (Sumber: pixabay)

Posisi kekuasaan yang hampir dipenuhi seluruh sektor di Inggris didominasi oleh pria, sebuah laporan baru telah ditemukan.

Sebuah analisis dalam pekerjaan teratas di bidang seni, bisnis, dan sektor publik menemukan bahwa pria memiliki lebih dari 50 persen tenaga kerja yang berada di setiap posisi.

Dilansir dari Independent, Senin 23 April 2018, peran editor majalah adalah satu-satunya pekerjaan senior yang lebih banyak dilakukan perempuan daripada pria.

Sementara satu-satunya peran yang dimiliki oleh jumlah perempuan yang sama dengan pria adalah menteri kabinet bayangan.

Pekerjaan teratas dengan proporsi perempuan terendah berada di sektor bisnis, dengan peran perempuan yang hanya mencapai 6 persen dari 100 kepala eksekutif FTSE dan 9,8 persen dari peran eksekutif bisnis lainnya.

Perempuan juga kurang terwakili dalam posisi sebagai hakim agung, editor surat kabar nasional, polisi dan komisioner kejahatan dan pemimpin dewan, di mana perempuan hanya memegang kurang dari 20 persen posisi.

Laporan Sex and Power 2018, Fawcett Society berdasarkan kesetaraan gender mengatakan angka-angka itu membuatnya sedih dan menyerukan kuota bagi perempuan untuk membantu memperbaiki masalah.

"Ketika kami melihat data ini disatukan, keduanya mengejutkan. Meskipun beberapa pemimpin terkemuka sudah diposisikan perempuan, peran pria dalam kemajuan dan kekuatan belumlah lepas," ujar seorang Chief executive, Sam Smethers,

Menurut Smethers, kesetaraan tersebut tidak akan terjadi dengan sendirinya.

Negara harus mendukung untuk mewujudkannya.

Laporan itu menyerukan undang-undang yang mewajibkan badan publik dan dewan organisasi perusahaan besar menggunakan kuota untuk jangka waktu tertentu. 

"Organisasi-organisasi yang "tidak dapat menyetujui" sistem seperti diwajibkan untuk menetapkan target dan mempublikasikan rencana aksi untuk meningkatkan representasi perempuan", katanya.

Dari angka-angka tersebut mengungkapkan pria dibayar lebih dari perempuan di 7,795 dari 10.016 perusahaan dan badan publik di Inggris.

Kesetaraan dan Komisi Hak Asasi Manusia bertanggung-jawab untuk menegakkan hukum, tetapi para kritikus mengatakan tidak memiliki kekuatan dan sumber daya untuk membuat perusahaan tersebut mematuhi peraturan ini.

#Edukasi #pekerjaan

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018