logo
pr-logo-head
Sabtu, 10/02/2018 15:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Elizabeth Bathory, Wanita Pembunuh yang Mandi Darah Perawan Demi Awet Muda

img6

Elizabeth Bathory (Sumber: http://crimefeed.com)

Nama Countess Elizabeth Bathory mungkin cukup asing terdengar di telinga.

Padahal, ia adalah permaisuri yang memiliki kebiasaan aneh, yakni mandi darah demi menjadi awet muda.

Darah-darahnya itu diambil dari gadis-gadis yang masih perawan.

evilladies.com

Tercatat, ia sudah menyiksa dan membunuh lebih dari 650 gadis dan diambil darahnya.

Melansir laman britannica.com, Sabtu, 10 Februari 2018, ia lahir dari hubungan sedarah antara Baron George Bathory dan Baroness Anna Bathory di Hungaria.

Akibatnya, ia sering menderita kejang dan tak bisa mengendalikan amarahanya.

evilladies.com

Kekejamannya mungkin datang dari gambaran sewaktu kecil yang sering melihat penyiksaan para terpidana di kerajaannya.

Wanita yang lahir pada 7 Agustus 1560 itu menikah dengan Count Ferenc Nadasdy pada 1575, ketika berusia 15 tahun.

Keinginan mandi darah terjadi ketika ia menyiksa pelayannya yang tidak sengaja menarik rambutnya saat menyisirinya.

Ia menyiksa pelayan itu hingga berdarah-darah sehingga menempel di kulitnya.

Pada malam hari, Elizabeth Bathory merasa kulit lengan bekas terkena darah pelayannya itu jauh lebih muda dari sebelumnya.

Berdasarkan kejadian tersbut, ia menarik kesimpulan bahwa darah perawan dapat membuat seluruh tubuhnya awet muda.

Elizabeth kemudian menculik para gadis desa dan menyiksanya di ruang bawah tanah.

Ia menyiksanya dengan cara memukuli sampai mati, memotong jari-jarinya, bahkan sampai menyuruh para gadis memotong, memakan dan membakar daging mereka sendiri.

Ketika warga menyembunyikan gadis-gadisnya, Elizabeth mengarahkan penculikan pada puteri bangsawan yang membuat kasusnya dibawa ke pengadilan.

Mengutip laman telegraph.co.uk, petugas pengadilan menggeledah kastil Elizabeth ketika seorang putri bangsawan ditemukan meninggal mengenaskan.

Alhasil, para petugas menemukan mayat-mayat gadis di seluruh penjuru istana dengan kondisi tubuh yang tidak lengkap dan sebagian berada di perapian.

britannica.com

Elizabeth pun dibawa ke pengadilan dan diberatkan dengan kesaksian para pelayan, gadis-gadis yang selamat dan sejumlah warga yang mengecamnya.

Meski korbannya mencapai 650 jiwa, ia hanya terbukti terlibat dalam 80 kasus pembunuhan.

Ia pun dihukum penjara seumur hidup di ruang bawah tanah yang diberi lubang udara kecil untuk memberi makanan.

Selama tiga setengah tahun dikurung, tepatnya pada 21 Agustus 1614, ia ditemukan tewas tertelungkup karena kondisi tahanan yang tidak layak.

#Edukasi #elizabeth bathory #gaya hidup #sejarah

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

img1

EDUKASI

Studi : Tulang Manusia Modern Kian Rapuh

Selasa, 08/05/2018 18:00
img1

EDUKASI

Studi: Alasan Kenapa Manusia Suka Bergosip

Selasa, 24/04/2018 21:00
Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250
avatar
Ask The Expert

'Pastel' Termahal di Dunia, Harganya Mencapai Rp200 Ribuan

Mematok harga tinggi untuk makanan sederhana yang dilakukan James ini bukanlah pertama kalinya terjadi.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Rabu, 23/05/2018