logo
pr-logo-head
Kamis, 26/04/2018 15:30
PENULIS : ALESSHINTA GESTIRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Studi: Musim Panas Sebabkan Emosi Lebih Tinggi

img6

Ilustrasi (Sumber: pixabay)

Anda pasti seringkali menggerutu saat musim panas tiba.

Teriknya matahari terkadang membuat Anda merasa lebih emosi dibanding saat musim dingin. 

Benarkah?

Sebuah penelitian baru yang mengamati stres pada mahasiswa kedokteran menemukan bahwa, secara berlawanan, “hormon stres” yang dikenal sebagai kortisol tampak lebih tinggi selama bulan-bulan di musim panas.

Dilansir dari NYpost, Kamis 26 April 2018, para peneliti di Poznan University of Medical Sciences Poland mengamati kadar kortisol yang dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai respons terhadap stres dan membantu mengatur gula darah pada waktu yang berbeda sepanjang tahun.

Mereka mengambil sampel air liur dari mahasiswa kedokteran pada dua hari yang tidak berurutan selama musim panas.

Juga melakukan hal yang sama selama dua hari di musim dingin.

Sampel dikumpulkan selama 24 jam penuh untuk memperhitungkan fluktuasi harian dalam kadar kortisol, yang biasanya lebih tinggi di pagi hari. 

Subjek penelitian cenderung memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi di musim panas.

Dominika Kanikowska, penulis utama studi ini, mengatakan lebih banyak penelitian diperlukan, tetapi hasilnya mengejutkan.

"Kami tentu saja melihat efek musim lebih kepada hewan, tetapi tak disangka banyak hasil menunjukkan bahwa musim juga terhubung dengan manusia," ujar Kanikowska.

#Edukasi #kesehatan

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018