logo
pr-logo-head
Kamis, 24/05/2018 15:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Buktikan Keberadaannya, Peneliti Berburu DNA Monster Nessie

img6

Foto yang dipecaya Loch Ness (AP Photo)

Loch Ness bak legenda atau cerita mitos yang masih banyak perdebatan tentang keberadaannya.

Monster yang dijuluki Nessie ini dipercaya berada di danau yang bernama Loch Ness di Skotlandia.

Keberadaannya membuat danau tersebut memiliki daya tarik mistis dan mengundang orang-orang yang penasaran serta berharap bisa melihatnya.

Beberapa orang mengatakan, Nessie hanyalah sebuah mitos.

Namun, tak sedikit ada yang percaya bahwa makhluk itu adalah dinosaurus mirip Plesiosaur atau ulat laut.

Bahkan dalam legenda Katolik, pada abad keenam, St Columba menegur Nessie dan menghentikannya saat mencoba menyerang seorang pria.

Selain itu, pada 1934, ahli bedah London mengambil foto bayangan hitam aneh menyerupai leher panjang yang menonjol dari air.

Meski banyak yang mengaku telah melihatnya, keberadaannya masih sulit dilacak.

Ia tidak tampak pada kamera digital, drone, sinar DNA, dan pelacakan satelit.

Apakah Nessie benar-benar ada?

Untuk membuktikannya, para penliti pun mencoba membuktikan keberadaannya dengan mencari kepingan DNA lingkungan, yang dapat ditemukan di udara, tanah, es, dan air.

Sebagai permulaan, para peneliti mengambil sekitar 300 sampel air dari tiga kedalaman berbeda.

Pemimpin penelitian sekaligus profesor dari Universitas Otago Selandia Baru, Neil Gemmell, berharap penelitian ini menemukan secercah cahaya untuk membuktikan keberadaannya.

"Saya pikir kami akan menemukan sesuatu yang baru untuk menjelaskan monster tersebut," ujarnya dikutip dari livescience.com.

Penelitian DNA ini akan mengacu pada beberapa hipotesis tentang Nessie, salah satunya adalah monter itu merupakan reptil kuno atau sejenis ikan.

Gammel berpikir, jika mereka tidak menemukan apa pun tentang Nessie, orang-orang tetap akan percaya keberadaannya yang dianggap tengah 'bersembunyi'.

"Kami hanya ingin menekannya bahwa penelitian ini adalah untuk membuktikan. Bukan percaya pada mitos," katanya.

Sementara itu, profesor genetika, ekologi, dan evolusi di Universitas Aarhus, Philip Francis Thomsen, mengatakan jika menguji keberadaan Nessie dengan DNA lingkungan sangatlah tepat.

"Teknologi ini sangat kuat untuk memahami dunia alami manusia," ujarnya.

Hanya saja, jika semua orang berharap Nessie adalah jenis dinosaurus yang telah punah jutaan tahun lalu, sangatlah tidak mungkin.

Ia lebih percaya pada hipotesis Nessie sebagai ikan besar karena hidup di sebuah danau. 

#Edukasi

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

img1

EDUKASI

Kiat Hidup Hemat di Era Kekinian

Senin, 11/12/2017 09:30
Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018