logo
pr-logo-head
Rabu, 14/02/2018 07:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Empat Fakta Cangkir Blirik, Perjuangan Buruh Hingga Khas Eropa

img6

Cangkir blirik (Sumber: instagram/soeryadie.86)

Cangkir blirik, mungkin namanya cukup asing di telinga.

Tapi ketika melihat wujudnya, pasti langsung tahu cangkir tersebut.

Orang-orang mengenalnya dengan sebutan cangkir zaman dulu atau jadul yang sering digunakan untuk minuman hangat seperti teh, kopi, wedang, dan lainnya.

Meski mengetahui, sayangnya tak sedikit yang tidak tahu fakta tentang cangkir tersebut.

Melansir laman belanga.id, Rabu 14 Februari 2018, berikut empat fakta tentang cangkir jadul tersebut..

1. Blirik merupakan sebutan untuk motif lurik.

Motif lurik menjadi ciri khas cangkir ini dengan garis putih didominasi warna hijau.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, blirik artinya bercorak lurik.

Sedangkan lurik merupakan motif pakaian berupa garis-garis vertikal yang biasa dikenakan abdi Keraton Jawa.

2. Berbahan seng dilapisi enamel.

Enamel adalah lapisan porselen yang ditempel pada material logam.

Selain membuat tampak menarik, enamel membuat cangkir itu lebih awet, dan tahan panas.

3. Awalnya berupa tea set khas Eropa.

Penjajahan Belanda memengaruhi sedikit budaya pada Indonesia.

Salah satunya adalah kebiasaan minum teh.

Untuk menikmati teh, orang-orang Eropa menggunakan tea set yang berupa cangkir, piring tatakan, tutup cangkir, dan teko.

Cangkir blirik pun awalnya dijual sebagai tea set.

Pabrik pertamanya dimandori pedagang Belanda bernama Jan Mooijen pada 1845.

4. Simbol perjuangan kaum buruh.

Meski terlihat mewah, cangkir blirik nyatanya sering digunakan petani dan buruh.

Mereka membawanya ke sawah dan ladang.

Pada 1921, kaum buruh berdemo di Semarang dan membawa cangkir tersebut sebagai lambang perlawanan.

#cangkir blirik #Edukasi #gaya hidup

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN