logo
pr-logo-head
Kamis, 19/07/2018 11:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Makanan 'Manusia Es' yang Membuatnya Mampu Tinggal di Cuaca Ekstrem

img6

Manusia Oetzi (Sumber: bbc.com)

Manusia es yang umumnya tinggal di wilayah bersuhu ekstrem, harus mengonsumsi makanan khusus agar bisa bertahan hidup.

Para ilmuwan pun mencoba mengungkapkan kandungan gizi yang harus dibutuhkan tubuh mereka.

Penelitian itu dilakukan pada Oetzi, yang merupakan manusia es yang hidup 5.300 tahun lalu dan ditemukan pada 1991 dengan keadaan membeku di sungai es.

Ilmuwan dari Eurac Research Institute for Mummy Studies di Bolzano, Italia, Dr Fraank Maixner, mengungkap makanan terakhir yang dikonsumsinya.

Dalam lambungnya, terdapat lemak, daging rusa merah, biji-bijian kuno einkorn dan pakis beracun.

Tingkat lemak kambingnya beda dari makanan saat ini, tingkatnya lebih tinggi 50 persen.

"Makanan berlemak sangat cocok untuk cuaca dingin ekstrem seperti itu," ujar Maixner.

Para ilmuwan menyimpulkan lemak itu bukan berasal dari susu, tapi ibex Alpen, spesies kambing liar yang hidup di pegunungan Alpen Eropa.

"Cukup mengejutkan kadar lemak yang ia konsumsi," katanya dikutip dari bbc.com.

Hanya saja, rasanya dipastikan tidak begitu enak seperti kambing pada saat ini, apalagi tidak ada bumbu-bumbu seperti garam dan lainnya.

"Saya sulit membayangkan rasanya seperti apa," ucapnya.

Selain lemak, ada juga karbohidrat dan protein tinggi yang memenuhi lambungnya.

Dengan makanan ini, Maixner mengklaim, Oetzi dapat mendaki es dalam waktu yang cukup lama.

Perlu diketahui, Oetzi kemungkinan tewas akibat perang karena ditemukan luka di tubuhnya.

#Edukasi #Kuliner

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018