logo
pr-logo-head
Kamis, 02/08/2018 17:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Manfaatkan Bakteri, Mahasiswa Brawijaya Ciptakan Tinta 'Glow in The Dark'

img6

Ilustrasi pulpen (Pixabay)

Sekelompok mahasiswa Universitas Brawijaya Malang menciptakan teknologi baru untuk memudahkan manusia membaca dalam gelap.

Tiga mahasiswa dari fakultas MIPA itu Novia Rosa Damayanti, Renaldy Fredyan, dan Mey Yuliana menciptakan tinta bolpoin bercahaya yang memanfaatkan bakteri atau glow in the dak.

BACA JUGA : Cinta Seni Tato, Eli Hitamkan Tubuh hingga Bola Mata dengan Tinta

Ketiganya memanfaatkan bakteri dengan proses tertentu agar bisa memancarkan cahaya, sehingga orang bisa membaca dengan jelas meski dalam kondisi gelap.

"Dengan adanya jenis bolpoin yang tintanya dapat bercahaya ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan smartphone, karena tulisan yang dihasilkan oleh bolpoin dapat terbaca pada tempat yang gelap," ujar Ketua Tim penelitian, Novia dilansir dari Antara, Kamis, 2 Agustus 2018.

Foto: Antaranews

Novia menambahkan, tinta ini dapat membantu mobilitas manusia seperti membaca dan menulis. Tak seperti smartphone, pencahayaan dari perangkat tersebut bersifat radiasi yang tidak merusak mata dan membuat mata cepat lelah.

Untuk itulah, ketiga mahasiswa itu mencoba memecahkan masalah dengan memanfaatkan alam, yaitu melalui isolasi bakteri.

Beberapa jenis bakteri dapat memancarkan cahaya. Bakteri ini disebut bakteri bioluminesensi yang merupakan bakteri yang mampu berkelip dalam gelap. Bakteri tersebut dapat ditemukan pada beberapa spesies laut.

Tulisan yang dihasilkan mampu terbaca di tempat gelap, sehingga mengurangi penggunaan perangkat elektronik dengan radiasi.

Proses panjang

Untuk mendapatkan bakteri bioluminesensi perlu dilakukan isolasi, pemurnian, serta dikulturkan. Isolasi bakteri, diambil dari beberapa sampel dan tempat yang berbeda. Sampel utama adalah cumi-cumi, lumpur laut, dan air laut.

Isolasi dilakukan dengan tiga kali pengulangan pada tiap sampel dan tiap tempat. Pengujian awal menggunakan sinar UV sebagai salah satu parameter perpendaran pada sampel. Kemudian, dilakukan pemurnian dan pengkulturan untuk menumbuhkan bakteri bioluminesensi.

Bakteri tersebut selanjutnya akan dikondisikan seperti cairan yang berwarna. Cairan tersebut yang nantikan dapat digunakan sebagai tinta bercahaya pada bolpoin.

 

#gaya hidup #hiburan #Hidup Gaya #lifestyle

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018