logo
pr-logo-head
Selasa, 07/08/2018 18:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Setelah 100 Tahun, Kapal Penjelajah Roald Amundsen Kembali ke Norwegia

img6

Kapal Maud (Foto:AFP)

Kapal yang pernah digunakan oleh penjelajah kutub asal Norwegia, Roald Amundsen kembali ke negara tersebut.

Kapal bernama Maud itu menyelesaikan perjalanannya di sekitar Kutub Utara 100 tahun setelah ekspedisi 'kacau' dimulai.

Melansir AFP, peninggalan berharga ekspedisi kutub Norwegia itu ditemukan pada 2016 setelah menghabiskan 85 tahun di perairan Arktik Kanada karena tenggelam pada 1930.

BACA JUGA: Menengok Kapal Pesiar Terbesah di Dunia

Kapal karam itu diderek melintasi Atlantik Utara dengan tongkang setelah meninggalkan Greenland pada akhir Juni dan tiba di pelabuhan Bergen di Norwegia barat pada Senin pagi.

"Perjalanan itu panjang, tetapi berjalan lancar," ujar Jan Wanggaard pemimpin proyek yang membawa Kapal Maud kembali ke Norwegia.

Kembalinya kapal bersejarah ini merupakan peran pendanaan yang cukup kuat dari tiga saudara pengusaha lokal di negara tersebut.
Rencananya, kapal itu akan dipamerkan di tenggara kota Asker, dekat Oslo, tempat Kapal Maud pertama kali diluncurkan pada 1917.

"Roald Amundsen adalah tokoh sejarah penting di Norwegia," kata Wanggaard.

Roald Amundsen merupakan penjelajah sekaligus orang pertama yang mencapai Kutub Selatan bumi.

Ia menggunakan Maud untuk mempelajari Samudera Arktik dengan membiarkannya tertangkap di atas es dan melayang di Kutub Utara.

Pada 1906, Amundsen menjadi orang Eropa pertama yang berlayar melalui Northwest Passage mencari rute pelayaran yang lebih pendek dari Eropa ke Asia, sesuatu yang telah dicari para penjelajah selama berabad-abad.

Setelah Kapal Maud diluncurkan, Amundsen kembali berlayar untuk ekspedisi Kutub melalui Jalur Timur Laut bersama Maud pada 1918-2020.

Meskipun perjalanan itu membawa hasil ilmiah yang kaya, ia tidak dapat mencapai utara yang jauh untuk memulai ekspedisi Kutub Utara.

Nama kapal yang dari nama Ratu Norwegia, Maud ini  dijual ke Hudson's Bay Company pada 1925 dan menghidupkan kembali Baymaud setelah Amundsen mengajukan kebangkrutan.

BACA JUGA: Kapal Seharga Rp13Ribuan Dijual Kepada Pasangan Muda

Setelah dijual, kapal itu menjalani hari-hari sebagai 'gedung tua terapung' di Kanada sebelum tenggelam pada 1930 di dekat Cambridge Bay, di wilayah Nunavut, wilayah teritorial Kanada.

Pada 1990, Asker Council di Norwegia membeli bangkai kapal hanya dengan US$ 1 atau Rp14 ribuan.

Kapal itu akhirnya kembali ke negara asal setelah Dewan Pengkajian Ekspor Properti Budaya Kanada memberikan izin ekspor untuk Maud pada 2012.

#Edukasi

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018