logo
pr-logo-head
Selasa, 06/03/2018 16:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Sering Isi Bensin 'Full Tank'? Begini Efek Buruknya

img6

Ilustrasi bensin (Sumber: pixabay)

Mengisi bensin kendaraan merupakan kegiatan wajib yang dilakukan pengguna kendaraan.

Demi efisiensi waktu, banyak orang kerap mengisi bensin mobil atau motor secara penuh atau full tank.

Padahal, mengisi bensin secara penuh bukanlah suatu hal yang dianjurkan.

Jika kebiasaan tersebut biasa Anda lakukan, sebaiknya mulai dari sekarang ditinggalkan.

Apa alasannya?

Dilansir dari laman resmi Daihatsu, Selasa 6 Maret 2018, ada baiknya menyisakan ruang atau space saat mengisi bensin.

Hal itu dikarenakan bahan bakar bensin membutuhkan udara agar tidak mengendap.

Foto: Pertamina.com

Disarankan untuk membatasi isi bensin saat mesin SPBU membunyikan 'Plop' sebagai tanda bensin akan terisi penuh sehingga menyisakan ruang bagi bensin dan udara.

Tangki bensin butuh ruang agar bensin bisa mengembang.

Setiap tangki bensin kendaraan selalu dilengkapi dengan lubang hawa.

Lubang ini berfungsi untuk mengurangi tekanan yang dihasilkan BBM saat ada di dalam tangki bensin.

Jika seluruh ruang tangki dipenuhi dengan bensin, maka gas yang timbul hasil ekspansi BBM akan keluar dari tangki melalui selang, sehingga BBM terbuang percuma.

Kerugian lainnya, bensin yang mengucur dari selang pengisian bisa terhisap balik ke tangki SPBU saat pengisian, sehingga sebagian bensin yang kita bayar akan terbuang sia-sia atau boros.

Dampak kesehatan

Uap bensin juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

Uap dari bensin yang berlebih itu mengakibatkan polusi udara sehingga menyebabkan gangguan kesehatan.

#Edukasi #gaya hidup #bahan bakar

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018