logo
pr-logo-head
Jumat, 10/08/2018 17:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Selandia Baru Larang Penggunaan Kantong Plastik Tahun Depan

img6

Plastik (Pixabay)

Pemerintah Selandia Baru akan melarang penggunaan kantong plastik belanja sekali pakai.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa kebijakan itu akan berlaku mulai tahun depan sebagai langkah untuk mengurangi polusi.

Ardern menambahkan, negaranya telah menggunakan banyak kantong plastik setiap tahunnya dan itu akan membahayakan kehidupan.

"Kita harus jauh lebih pintar dalam cara kita mengelola limbah dan ini adalah awal yang baik," ujar Ardern dilansir dari AFP, Jumat 10 Agustus 2018.

Tas plastik sekali pakai adalah barang yang paling umum ditemukan di sampah pantai di Selandia Baru dan kelompok lingkungan Greenpeace menyambut keputusan untuk melarang mereka.

"Kami meninggalkan kantong plastik sekali pakai sehingga kami bisa lebih baik menjaga lingkungan kami dan menjaga reputasi bersih dan hijau Selandia Baru," tambahnya.

Penggunaan plastik yang terlalu banyak memang sangat mengkhawatirkan lingkungan.

Laporan PBB menyebutkan, lima triliun tas belanjaan digunakan secara global setiap tahun, yang hampir 10 juta kantong plastik per menit.

Untungnya, lebih dari 60 negara telah menerapkan larangan dan pungutan pada barang-barang plastik sekali pakai seperti tas.

"Jika diikat bersama-sama, semua tas plastik ini bisa dililit dunia tujuh kali setiap jam dan seperti kebanyakan sampah plastik hampir tidak ada yang didaur ulang," kata Erik Solheim selaku kepala Lingkungan PBB.

#Edukasi

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018