logo
pr-logo-head
Jumat, 27/07/2018 11:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Meski Terlihat Rapi, Menggunakan Dasi saat Bekerja Hambat Kreativitas

img6

Ilustrasi pakaian formal (Sumber: unsplash)

Bekerja dengan pakaian rapi lengkap dengan dasi biasanya dianggap lebih 'keren' dari pada yang lainnya.

Sayangnya, penampilan itu dapat mengganggu kesehatan bahkan mengganggu produktivitas dan kreativitas.

Sejumlah peneliti dari The University Hospital Schleswig-Holstein, Jerman, mencoba meneliti hal tersebut.

Menurut pemimpin penelitian, Dr Robin Lüddecke, dasi ternyata kode berpakaian secara sosial yang ternyata menghambat aliran darah di otak sebesar 7,5 persen.

Sebelumnya, peneliti dari University of Glasgow juga menemukan efek pemakaian kerah atau dasi ketat dapat membahayakan aliran pada vena otak.

Akibatnya, pemakaian itu merusak reaktivitas serebrovaskular, yang meningkatkan risiko stroke.

Sementara itu, riset lain yang diterbitkan dalam British Journal of Ophthalmology menemukan ikatan dasi yang ketat dapat meningkatkan tekanan intraokulat dan berefek pada glukoma.

Pada akhirnya, hal ini menyebabkan penglihatan menghilang secara bertahap.

Mengetahui hasil sejumlah penelitian, Wali Kota Lancaster, California, R. Rex Parris, melarang penggunaan dasi di perusahaan.

"Itu adalah kebiasaan kuno yang tidak memiliki manfaat sosial," ucap Parris dikutip dari newyorkpost.com.

Bagi Parris, memaksakan pekerja perempuan atau pria menggunakan pakaian khusus, terutama berefek negatif pada kesehatan, adalah bentuk diskriminasi gender.

Mewajibkan wanita memakai sepatu hak tinggi, kata Parris, juga tak memiliki manfaat apapun.

Maka dari itu, ia mengirimi surat kepada perusahaan yang masih memaksakan pakaian kerja sebagai teguran.

Ia berharap semua pemerintah lokal di seluruh negara juga melakukan hal yang sama.

Biasanya, beberapa perusahaan besar baik itu di pemerintahan atau swasta sering menerapkan aturan karywawannya menggunakan seragam formal.

Formal di sini sering diartikan dengan setelan jas lengkap dengan dasinya.

Sayangnya, keinginan Parris untuk mengubah kebiasaan ini tidak akan tercapai dalam sekejap.

Hal itu dikarenakan pemakaian dasi pada pakaian formal telah berlangsung sejak 1900-an.

#fashion and beauty #kesehatan

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

img1

FASHION & BEAUTY

Pria, Anda Boleh-Boleh Saja Gunakan Kosmetik

Kamis, 05/04/2018 16:00
img1

FASHION & BEAUTY

Sylvain, Guru dengan Tato di Sekujur Tubuhnya

Selasa, 20/03/2018 08:00
img1

FASHION & BEAUTY

Plester 'Ajaib' Bisa Buat Wajah Tirus Seketika

Selasa, 05/12/2017 08:30
Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018