logo
pr-logo-head
Minggu, 13/05/2018 07:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : YUDHO RAHARJO

Kisah Kelam Sutradara Film Black Panther

img6

Ryan Coogler (AFP)

Film 'Black Panther' sukses membius jutaan penonton di seluruh dunia. Film yang dibintangi Chadwick Boseman itu juga menjadi salah satu dari sepuluh film terlaris sepanjang masa.

Dibalik kesuksesan besarnya, film itu menyimpan cerita haru dari sutradara muda berdarah Afrika-Amerika, Ryan Coogler.

Jauh sebelum kesuksesan film karyanya, Coogler sempat mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Black Panther (marvel.com)

Parahnya, ia hampir merasakan krisis sehingga sempat tak percaya bisa melewati usia 30 tahun.

Hal itu ia ceritakan saat menghadiri Festival Film Cannes di Prancis yang disambut oleh tepukan tangan meriah.

"Saya hampir mengalami krisis karena saya tidak pernah membayangkan diri saya seusia itu ... 25 adalah angka ajaib," ujar Coogler dilansir dari AFP Minggu, 13 Mei 2018.

"Saya melihat banyak bukti dari orang-orang baik yang tidak berhasil melewati usia itu, apakah mereka masuk penjara atau dibunuh," katanya.

Coogler tumbuh dewasa di salah satu kawasan paling kejam di Amerika Serikat yakni Oakland, California. Oakland sendiri pernah masuk dalam Sepuluh kota paling berbahaya versi FBI dengan kasus kejahatan cukup tinggi.

"Kematian terus-menerus terjadi di sekitar kita, sampai pada titik di mana kita merasa nyaman dengannya," ujar Coogler.

Kesuksesan Black Panther menjadi film Superhero terlaris memiliki keistimewaan sendiri. Film itu menjadi satu-satunya Superhero yang peran utamanya dibintangi oleh aktor berkulit hitam.

"Saya bosan membaca buku-buku komik tentang pahlawan super putih dan orang kulit hitam berdiri tepat di samping," kata sutradara kelahiran 23 Mei 1986 ini.

 

#gaya hidup #hiburan #Hidup Gaya #lifestyle

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN