logo
pr-logo-head
Rabu, 27/06/2018 16:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Ludmila Kharyova, Nenek Berusia 86 Tahun yang Jadi Relawan Piala Dunia 2018

img6

Ludmila Kharyova (Reuters)

Istirahat dari kesibukan merupakan hal umum yang sering dilakukan orang lanjut usia.

Namun, itu tak berlaku bagi wanita Rusia berusia 86 tahun bernama Ludmila Kharyova ini.

Diusianya yang senja, Kharyova justru menjadi relawan tertua untuk ajang Piala Dunia 2018.

Hebatnya, dari gelaran Piala Dunia pertama kali digelar tahun 1930, Kharyova hanya sekali absen mengikuti ajang sepakbola terbesar sejagat ini.

Untuk itulah, saat ajang ini digelar di tanah kelahirannya ia memilih untuk ikut serta dalam bagian Piala Dunia dengan menjadi relawan.

Piala Dunia (Reuters)

"Saya sangat senang mengetahui kejuaraan akan berlangsung di Rusia dan Kaliningrad," ujar Kharyova dikutip dari Reuters, 27 Juni 2018.

Kharyova sendiri bekerja di kios sebuah desa tua di Kaliningrad.

Setelah bekerja, ia bersemangat untuk pergi ke pusat kota guna membantu pendukung Spanyol yang tiba untuk menyaksikan pertandingan Grup B melawan Maroko.

"Di Kaliningrad sendiri, akan digelar empat pertandingan dan salah satunya adalah antara Spanyol dan Maroko," ujarnya.

Meski bukan penggemar fanatik, Kharyova mengaku mengikuti kejuaraan Piala Dunia seperti yang dilakukan banyak orang.

Perempuan kelahiran 1932 ini mengidolakan pemain Portugal, Cristiano Ronaldo.

Meski begitu, ia menjagokan Spanyol dan juga negara asalnya Rusia untuk menjadi juara dunia.

"Saya tahu Ronaldo tentu saja dan dia tampaknya sangat baik," ujarnya.

Kharyova sempat belajar di Institut Leningrad (sekatang St. Petersburg) di waktu mudanya namun ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Kaliningrad, daerah kecil Rusia yang diapit Polandia dan Lithuania.

Beragam profesi telah ia jalani mulai dari penerjemah, bekerja di industri perikanan dan lain sebagainya.

Kharyova juga sempat mengalami masa sulit dimana terjadinya Perang Dunia II dan ketegangan Perang Dingin sempat ia rasakan.  

Ia menyaksikan runtuhnya Uni Soviet, glasnost (praktek pemerintahan konsultatif yang lebih terbuka) dan perestroika (mereformasi sistem ekonomi dan politik Soviet).

"Saya masih kelas satu ketika Menteri Luar Negeri Soviet mengatakan Jerman telah menyerang Uni Soviet," tambahnya.

#hiburan #hobi

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018