logo
pr-logo-head
Selasa, 10/07/2018 19:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Honey Traps, Jebakan Layanan Seks Piala Dunia Rusia

img6

Ilustrasi pendukung perempuan Piala Dunia (Sumber: AP Photo)

Tak sedikit orang yang terbang ke Rusia demi mendukung negaranya bertanding dan menikmati kemeriahan Piala Dunia 2018.

Selain di lapangan hijau, euforia pendukung merembet pada sektor wisata Rusia.

Hal itu juga ternyata memicu peningkatan aktivitas seksual berganti-ganti pansangan.

Namun sayangnya, sebuah situs turis di Kota St. Peterburg, Bravo Solutions, memperingatkan agar tak sembarang berhubungan dengan perempuan tuna susila Rusia.

Selain risiko penularan penyakit, wisatawan kemungkinan terjebak dalam 'honey traps' atau perangkap manis.

'Honey traps' dicurigai sebagai taktik yang digunakan badan keamanan Rusia atau dikenal Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) untuk menculik intelijen musuh.

Cara ini juga bisa dilakukan para perempuan tuna susila untuk mendapat keuntungan dari lawan tidurnya.

Menurut Bravo Solutions, para tuna susila itu akan membubuhkan sesuatu ke minuman pria sehingga tertidur pulas atau pingsan.

Dengan demikian, mereka akan beraksi untuk menggasak dompet atau mengambil barang-barang berharga.

Biasanya, layanan seks tersebut dibanderol dengan harga US$50-600 atau Rp715 ribu hingga Rp8,5 juta, tergantung pada jenis layanan dan durasi.

Melansir laman metro.co.uk, para pelacur Rusia yang beroperasi di pinggiran kota akan mudah menerima lelaki yang bukan dari negaranya sendiri.

Selain itu, di Piala Dunia 2018 kali ini adalah yang pertama di mana penggemar sepak bola bisa meminta layanan boneka seks.

Sebuah rumah prostitusi di Moskow, The Dolls House, menyediakan boneka seks, di antaranya Lolita, Sasha, Natasha, Alise, dan Isilel.

Mereka disewakan dengan biaya sekitar Rp341 ribu sampai Rp550 ribu per jam.

#hiburan

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN