logo
pr-logo-head
Senin, 16/07/2018 13:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Pussy Riot, Band Rock Penyusup di Final Piala Dunia 2018

img6

Anggota Pussy Riot (reuters)

Pertandingan final Piala Dunia 2018 Rusia antara Prancis dan Kroasia harus berhenti beberapa detik karena adanya penyusup ke lapangan.

Setelah diketahui, penyusup itu adalah band punk asal Rusia yaitu Pussy Riot.

Empat personelnya mengenakan seragam polisi dan berlarian di lapangan lalu meminta tos dari sejumlah pemain.

Seperti diberitakan Reuters, alasan Pussy Riot melakukannya adalah sebagai protes terhadap pemerintahan Rusia saat ini yang dipimpin Vladimir Putin.

Pussy Riot sendiri dikenal sebagai band yang rajin menyuarakan kritik kepada Putin.

Mereka tak menyukai sejumlah kebijakan politik Putin baik di kancah nasional maupun internasional.

“Ini adalah protes atas banyaknya penangkapan ilegal. Ini terkait dengan persaingan politik di negara ini,” ujar Pussy Riot lewat akun Twitternya.

Mereka juga mengirimkan pesan di akun media sosialnya.

Pada pertandingan tersebut, Putin tengah menonton ditemani Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovi dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Meski sempat membuat suasana riuh, Pussy Riot dengan cepat bisa diatasi petugas keamanan di lapangan.

Dalam pertandingan final itu, Prancis keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2.

#hiburan #hobi

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018