logo
pr-logo-head
Rabu, 25/10/2017 07:00
PENULIS : RANDI - EDITOR : RAHMA

Mengenal Bandung dari Titik Nol KM

img6

Titik Nol KM

Setiap kota selalu punya cerita awal. Mulai dari berdiri hingga berkembang pesat.

Begitu juga dengan Bandung, yang menjadi salah satu kota terbesar dan paling modern di Indonesia.

Ingin mengenal Bandung tentunya harus memulai dari Titik Nol KM (kilometer) Bandung.

Titik yang berada di Jalan Asia Afrika itu adalah awal kebangkitan Bandung.

Semuanya berawal saat Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels berkuasa pada 1808 hingga 1811.

Daendels berinisiatif membangun Jalan Raya Pos dari Anyer hingga Panarukan, yang jaraknya mencapai kurang lebih 1000 km.

Melansir dari portal.bandung.go.id, Bandung saat itu masih berupa hutan belantara.

Daendels kemudian memerintahkan Bupati Kabupaten Bandung (1794-1826), Wiranatakusumah II untuk memindahkan ibu kota dari Krapyak (Dayeuh Kolot) ke sekitar Alun-Alun Bandung.

Tujuannya, agar rentang kendali dari Kabupaten Bandung lebih mudah ketika Jalan Raya Pos telah selesai.

Pada 1810, Daendels bersama Bupati Wiranatakusumah II berjalan-jalan di kawasan hutan yang akan dilewati jalur pembangunan Jalan Raya Pos.

Sambil menancapkan tongkat, Daendels berkata "Zorg, dat als ik terug kom hier een staad is gebouwd”, yang berarti “Usahakan, jika aku kembali ke daerah sini, sebuah kota sudah dibangun!"

Akhirnya, Bupati Wiranatakusumah II mendapat surat keputusan pemindahan kota kabupaten pada 25 September 1810 ke wilayah di mana Deandels menancapkan tongkatnya.

Hingga saat ini, penanggalan dalam SK itu kini menjadi patokan sebagai hari lahir Bandung.

Sedangkan, tempat Daendels menancapkan tongkatnya menjadi titik KM 0 atau monumen Kilometer Nol yang terletak di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat.

#Bandung #titik nol km

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250
avatar
Ask The Expert

Mengenal Ghorayeba, Sajian Kue Lebaran Khas Negeri Firaun

Kue ini sering disebut juga sebagai biskuit pasir yang masuk dalam kategori kue kering.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Jumat, 15/06/2018