logo
pr-logo-head
Kamis, 21/12/2017 11:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Ketika Hotel Bintang Lima Jadi Penjara Bangsawan Arab

img6

Ritz Carlton Riyadh (reuters.com)

Raja Salman melalui ahli warisnya Muhammed bin Salman (MBS) "memenjarakan" lebih dari 30 tokoh senior Arab.

Puluhan tokoh itu termasuk pangeran, pengusaha kakap, menteri, dan beberapa mantan menteri.

Namun, penjara yang digunakan tidaklah seperti penjara seperti pada umumnya.

Para tokoh itu dikunci di Hotel Ritz Carlton Riyadh.

Alasan "dipenjarakan" para tahanan kerajaan itu untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus korupsi.

Penahanan di hotel bintang lima itu pun menjadi sorotan publik dan menimbulkan kesenjangan di Arab Saudi.

Melansir dari theguardian.com, Kamis, 21 Desember 2017, para tamu di Ritz Carlton dibangunkan secara kasar oleh para petugas keamanan pukul 23.00 waktu setempat.

Mereka yang mayoritas pengusaha dan konsultan bisnis dikumpulkan di lobi hotel lengkap dengan tas yang dibawanya.

Kemudian, para tamu itu masuk ke dalam bus dan dipindahkan ke hotel lain yang ada di ibu kota Arab Saudi itu sebelum digunakan sebagai "penjara".

Alasan hotel bintang lima yang digunakan sebagai "penjara" ternyata adalah orang-orang yang diperiksa kasus korupsi diantaranya adalah tokoh-tokoh Arab yang paling berpengaruh di dunia.

Menurut MBS, memasukan seseorang ke penjara bukanlah hal yang mudah di Arab Saudi, apalagi seorang tokoh dan bangsawan.

Hal itu bisa dianggap penghinaan dan bisa merusak ikatan yang telah terjalin dengan pemerintah.

"Dia (MBS) tidak bisa memasukan mereka ke dalam penjara. Jadi ini (Hotel) jadi ini solusi paling bermartabat yang bisa dia lakukan," ujar seorang pejabat senior Kerajaan Arab Saudi.

Untuk diketahui, Muhammed bin Salman adalah putra mahkota yang mempunyai ambisi untuk memberantas korupsi di negaranya.

#gaya hidup #hiburan #lifestyle #pangeran arab

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN