logo
pr-logo-head
Kamis, 26/04/2018 14:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Studi: Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian

img6

Ilustrasi patah hati (Sumber: americaneye.al)

Patah hati merupakan luapan atau tekanan emosi yang kuat karena perasaan yang begitu hancur.

Selain terasa menyesakkan, ternyata patah hati juga bisa membunuh Anda dan fenomena ini disebut sindrom patah hati.

Sindrom ini juga dikenal sebagai kariomiopati Takotubo atau kardiomiopati stres yang ditemukan di Jepang pada 1990.

Menurut ahli jantung dan asisten profesor klinis di Universitas New York, Dr Nicole Harkin, fungsi jantung akan menurun saat merespons tekanan emosi yang kuat.

"Tidak diketahui secara pasti, tapi hal itu diduga karena efek gelombang katekolamin yang tiba-tiba," ujar Harkin dikutip dari independent.co.uk.

Ketika ada tekanan kuat, ruang pompa utama jantung yaitu ventrikel kiri, akan melemah.

Sindrom patah hati berbeda dengan serangan jantung karena tidak ada bukti penyumbatan pada arteri koroner di jantung.

"Ada yang berbeda pada echocardiogram di jantung saat seseorang patah hati," katanya.

Berdasarkan laporan Harvard University Medical School, sindrom patah hati menyebabkan kematian mendadak dengan gagal jantung yang terjadi sekitar 20 persen dari setiap pasien.

"Jantung orang-orang yang patah hati akan kembali normal dalam waktu beberapa minggu," kata Dr Harkin.

#Edukasi #kesehatan

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018