logo
pr-logo-head
Rabu, 16/05/2018 09:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Tembakau dan Alkohol Lebih Bahaya daripada Narkoba

img6

Ilustrasi rokok dan alkohol (Sumber: persecondnews.com)

Narkoba memang menjadi momok yang menakutkan.

Namun ternyata, alkohol dan tembakau menjadi ancaman terbesar kesehatan manusia.

Laporan The Global Statistics on Alcohol, Tobacco, and Illicit Drug Use 2017 menyebutkan, negara maju lebih resah dengan alkohol dan tembakau.

Alasannya, kedua racun tersebut membunuh manusia secara perlahan.

Mulai dari menyebabkan ketagihan (adiksi) tinggi, cacat, hingga kematian.

Sifat ketagihan inilah yang sangat ditakuti karena, seseorang sulit menjauh dari alkohol dan tembakau.

Berdasarkan laporan The Global Statistics yang dikutip dari iflscience.com, kerusakan yang disebabkan alkohol dan tembakau lebih besar.

Diperkirakan, 18 persen orang yang kecanduan alkohol harus minum setidaknya sebulan sekali, dan 15 persen orang mengaku mereka merokok setiap hari.

Meski sangat berbahaya, tapi alkohol dan tembakau masih laris di pasaran karena harganya yang lebih murah dibanding narkoba.

Penggunaan narkoba memiliki angka rendah di seluruh dunia.

Pada 2016 saja, 3,8 persen orang menggunakan ganja dan kurang dari satu persen untuk penggunaan zat lainnya seperti amfetamin 0,77 persen, opioid nonmedia 0,37 persen, serta kokain 0,35 persen.

The Global Statistics melaporkan, warga Eropa memiliki kecanduan yang tinggi terhadap alkohol dan hal ini tidak berlaku untuk narkoba.

Dilaporkan, satu dari 20 orang diperkirakan menggunakan ganja dalam satu tahun terakhir, atau di bawah pemakai amfetamin, opioid, dan kokain.

Sementara jenis narkoba itu jauh lebih laris di Amerika Serikat dan Kanada.

Ketergantungan mereka terhadap narkoba sangat tinggi.

Sedangkan Australia dan Selandia Baru, penggunaan amfetamin merupakan zat yang paling tinggi.

Jumlah pengguna tembakau paling banyak ada di negara China, Indonesia, dan India, yang mempunyai jumlah perokok terbanyak.

Anehnya, angka kematian terbanyak di tiga negara ini justru berasal dari pecandu alkohol.

Laporan ini diterbitkan berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kantor PBB untuk Obat-obatan dan Kejahatan Transnasional, serta Institut Kesehatan Metrik dan Evaluasi.

#kesehatan

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

img1

KESEHATAN

Delapan Penyebab Sakit Jantung yang Harus Diketahui

Senin, 30/04/2018 07:00
img1

KESEHATAN

Lima Gangguan Kesehatan yang Disebabkan Bantal

Sabtu, 05/05/2018 13:02
img1

KESEHATAN

IKEA Luncurkan Tikar Super Nyaman Khusus Olahraga Yoga

Selasa, 06/03/2018 17:00
Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018