logo
pr-logo-head
Rabu, 18/04/2018 12:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Starbucks Tutup 8.000 Toko untuk Pelatihan Bias Rasial

img6

Starbucks (Sumber: pixabay)

Suku, agama, dan ras (SARA) adalah isu yang sangat sensitif dan terjadi di hampir seluruh penjuru dunia.

Jika di Indonesia hal yang sering dibawa adalah agama, beda dengan di beberapa negara lain khususnya Amerika Serikat.

Di Negara Paman Sam tersebut, ras menjadi yang paling sensitif.

Akibat masalah tersebut, Starbucks akan menutup lebih dari 8.000 gerainya pada 29 Mei mendatang untuk melakukan pendidikan rasial bias.

Latihan itu bertujuan untuk mencegah diskriminasi di salah satu kedai kopi terbesar di dunia itu.

Pelatihan itu juga harus dilaksanakan karena sebelumnya, ada dua pria kulit hitam yang tidak bersalah ditangkap di Starbucks wilayah Philadelphia.

Alasan penangkapan itu karena kedua pria kulit hitam tengah menunggu temannya dan tidak memesan makanan atau minuman.

Adegan polisi memborgol kedua pria itu direkam kamera ponsel milik pengunjung dan menjadi viral.

Masyarakat pun geram dengan penangkapan tersebut.

Melansir laman nbcnews.com, CEO Starbucks, Kevin Johnson telah meminta maaf kepada para pria tersebut.

"Saya akan mengadakan pelatihan bias gender yang bisa terjadi tak disengaja kepada para menejer toko," ujarnya.

#Kuliner #starbucks

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018