logo
pr-logo-head
Sabtu, 10/02/2018 11:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Napas Iblis, Es Krim Terpedas dan Bisa Membunuh Manusia

img6

Ilustrasi es krim (Sumber: pixabay)

Kafe Aldwych di Skotlandia menyuguhkan es krim paling berbahaya di dunia bahkan bisa membunuh manusia.

Es krim itu diberi nama Respiro Del Diavolo atau "Napas Iblis" karena rasanya yang sangat pedas.

Saking berbahayanya, pelanggan yang akan menyantapnya harus menandatangani sebuah perjanjian.

Perjanjian itu berisi pernyataan jika orang yang akan menyantap telah berusia di atas 18 tahun.

Melansir laman nypost.com, Sabtu 10 Februari 2018, menurut manajemen kafe, level pedas es krim itu mencapai 500 kali lebih pedas daripada saus Tabasco.

Tingkat kepedasan es krim iblis itu adalah 1.569.300 skala Scoville, ukuran yang digunakan untuk menilai rasa panas dan pedas cabai.

Untuk menyajikannya pun, para staf di sana harus menggunakan sarung tangan.

"Cabai memiliki efek yang berbeda pada kulit, terutama jika Anda membiarkannya terlalu lama," kata pemilik kafe, Martin Bandoni.

Meski berbahaya, es krim yang merupakan bisnis keluarga itu diburu banyak pelanggan.

"Ini adalah yang pertama di Skotlandia dan kami tahu orang-orang di Glasgow menyukai makanan pedas," ujarnya.

Menurutnya, es krim itu akan meledak seperti nuklir ketika berada di mulut.

Ia juga menyebutkan, ide es krim itu berasal dari Italia, di sana ada tempat bernama Devils Bridge.

Es krim itu dibuat menggunakan resep es krim tradisional Italia dari tahun 1936 dan dibuat dari nol setiap hari dengan menggunakan bahan-bahan lokal Italia.

Untuk menikmatinya, setiap pelanggan harus mengeluarkan uang sekitar Rp32 ribu dengan cup dan Rp31 ribu dengan cone.

#hiburan #Kuliner #lifestyle

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018