logo
pr-logo-head
Kamis, 26/04/2018 12:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Mengenal si Buah Tangan Khas Kota Kembang, Peuyeum

img6

Peuyeum

Rasanya tidak akan lengkap jika liburan ke Bandung tanpa mengantongi kuliner khas sebagai buah tangan.

Membicarakan buah tangan berupa kuliner, pasti Anda teringat kue kekinian para artis yang kian berjamur dan jadi serbuan wisatawan.

Padahal, jauh sebelum itu, setiap wisatawan yang datang ke Kota Kembang dipastikan membawa satu kuliner khas, yakni peuyeum Bandung.

Kuliner yang satu ini memang begitu melekat dengan nama Bandung.

Anda bisa sangat mudah menemukannya di hampir setiap tempat wisata.

Meski demikian, tak sedikit orang yang tidak tahu kapan kuliner itu ada dan siapa pembuatnya.

Sejarah peuyeum

Menurut Prof Davidescu Cristina Victoria Marta, Direktur Pascasarjana Universitas Langlangbuana sekaligus peniliti bidang kuliner Jawa Barat, tidak ada tahun pasti kapan makanan yang berbahan dasar dari permentasi singkong itu dibuat.

"Dalam literatur yang kami telusuri, tidak terdapat tahun berapa peuyeum dibuat," tulis Cristina dalam pesan yang dikirim melalui email kepada lifestyle.pikiran-rakyat.com.

Berdasarkan cerita para orang tua, lanjut Cristina, orang Sunda sudah menanam dan memang menyukai singkong yang menjadi bahan dasar peuyeum sejak dulu.

Tak hanya itu, pada zaman penjajahan, kekurangan bahan pangan seperti beras menjadi salah satu alasan singkong sebagai penyokong karbohidrat untuk makan.

Cristina sendiri mendapat informasi demikian dari seseorang yang telah berumur 93 tahun pada 1990.

Ia pun menyimpulkan bahwa peuyeum kemungkinan sudah ada sejak 1800, bahkan sebelum tahun tersebut.

Namun, ada pendapat lain bahwa peuyeum berasal dari orang Jawa yang dikenal sebagai tapai singkong atau tape telo.

Ternyata, peuyeum juga tak hanya dikenal di Indonesia saja, beberapa negara Asia tenggara memiliki tapai juga.

Seperti di Filipina, tapai dikenal sebagai Binubran, Chao di Kemboja, dan Chao-mak di Thailand.

#Kuliner

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

img1

KULINER

Lima Minuman Penghangat Tubuh Khas Indonesia

Rabu, 29/11/2017 19:00
img1

KULINER

Watermeal, Buah Terkecil di Dunia sebagai Superfood

Kamis, 11/01/2018 11:00
Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018