logo
pr-logo-head
Jumat, 11/05/2018 18:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : YUDHO RAHARJO

Studi : Empat dari Sepuluh Orang Percaya pada Mitos Makanan

img6

Ilustrasi wotel (pixabay)

Mitos tentang makanan banyak tersebar di masyarakat dan masih dipercaya hingga saat ini.

Mitos-mitos itu disebarkan dari mulut ke mulut tanpa adanya riset atau bukti sama sekali.

Misalnya, ada yang mengungkapkan jika seseorang banyak mengonsumsi wortel, ia dapat melihat pada kegelapan.

Memang, wortel adalah salah satu sayuran kaya akan vitamin A yang berguna untuk kesehatan mata. Tapi untuk melihat dalam kegelapan, tidak ada bukti yang bisa dipercaya.

Manajer suplemen Spatone, Anna Lioni, melakukan survei terhadap dua ribu orang dewasa tentang mitos makanan.

Sebagian besar dari mereka merasa kebingungan menyikapi saran-saran dan dongeng-dongeng yang kebanyakan berasal dari orang yang lebih tua.

"Banyak mitos tentang makanan yang beredar. Dulu pernah dianggap sehat, sekarang menjadi risiko," ujarnya dikutip dari independent.co.uk.

Menurut Anna, bebeapa saran tentang makanan mungkin berhasil bagi seseorang, tetapi tidak untuk semua orang.

"Tapi ada banyak mitos makanan yang terbukti tidak benar," katanya.

Anna memberi salah satu contoh pada telur. Satu dari lima orang percaya jika telur itu buruk bagi kesehatan karena kadar koleterolnya tinggi.

"Hasil survei kami membuktikan, banyak orang saat ini khawatir akan pengetahuan kandungan gizi makanan," ujarnya.

Berikut ini, ada tujuh mitos dan fakta makanan yang dipercaya masyrakat luas.

1. Apel membersihkan gigi. (benar)

2. Wortel membuat seseorang melihat dalam kegelapan. (salah)

3. Telur buruk bagi kesehatan karena tinggi kolesterol. (salah)

4. gula memberi energi. (salah)

5. Melewatkan makan membantu menurunkan berat badan. (salah)

6. Permen karet membutuhkan tujuh tahun untuk dicerna. (salah)

7. Tidak boleh makan setelah jam 8 malam jika ingin menurunkan berat badan. (salah)

#kesehatan #Kuliner

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN