logo
pr-logo-head
Senin, 28/05/2018 09:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Berbuka Puasa dengan Gorengan Ternyata Boleh-Boleh Saja

img6

Ilustrasi (Pikiran Rakyat)

Makanan yang mengandung banyak minyak tidak disaranakan sebagai menu buka puasa.

Hal itu disebabkan gorengan mengandung lemak yang dapat menyebabkan tubuh mengalami panas dalam.

Uniknya, mayoritas orang Indonesia memilih gorengan sebagai takjil atau hidangan buka puasa.

Lalu, apakah hal itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan?

Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD mengatakan mengonsumsi gorengan sebagai takjil sah-sah saja asalkan kebutuhan cairan terpenuhi.

"Kebiasaan makan berkontribusi pada masalah tubuh semisal kerongkongan tak enak, karena konsumsi terlalu banyak yang mengandung minyak, lemak," ujar Laurentius seperti dikutip dari Antara, Senin 28 Mei 2018.

Ia menambahkan, metabolisme tubuh berbeda saat berpuasa.

Hal itu disebabkan pada waktu tertentu tubuh tidak makan dan kemudian makan makanan berbeda saat berbuka.

Persiapan kebutuhan cairan yang tepat saat sahur dan berbuka penting agar tidak mengalami dehidrasi.

"Sampai 2 liter per hari, kalau tak tercapai bisa dehidrasi, bisa terganggu fungsi tubuh," katanya.

Menurutnya, makan gorengan saat buka tidak apa-apa asalkan kebutuhan air terpenuhi.

#kesehatan #Kuliner

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250
avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018