logo
pr-logo-head
Kamis, 21/12/2017 15:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Warung Soto Mbok Dele, Kuliner Favorit Dono Warkop Hingga Duta SO7

img6

Warung Soto Mbok Dele (klatenkab)

Setiap daerah memiliki kuliner khas yang berbeda-beda.

Salah satu daerah yang memiliki kuliner khas adalah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Nah, jika Anda sempat berkunjung ke Klaten atau sekedar melewati daerah tersebut bisa mengunjungi Soto Mbok Dele.

Warung soto legendaris itu terletak di Jalan Jogja-Solo, Klaten KM 8,4.

Dikatakan legendaris karena warung ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan sering disinggahi orang-orang terkenal.

Seperti dikutip dari laman Pemkab Klaten, Kamis 21 Desember 2017, warung ini kerap dikunjungi tokoh terkenal seperti pelukis Affandi, Dono Warkop DKI, Didi Nini Thowok, Yati Pesek dan kawan-kawan Srimulat, Habib Syech, hingga pentolan band Sheila on 7, Eros Chandra dan Duta.

“Belum lama ini Eros dan Duta mampir sini pas mau konser di Semarang. Sini ramai banget banyak yang minta foto-foto. Saya sendiri malah nggak foto, malu,” ujar pemilik warung soto Supriyanto.

Rasa soto

Warung ini menjadi legendaris karena rasa yang ditawarkan berbeda dari soto lainnya.

Saat dandang kuah soto dibuka maka akan menimbulkan asap putih yang aromanya sedap.

Aroma kuah kaldu sapi sangat khas dan dikombinasikan dengan isi soto yaitu irisan daging sapi, nasi dan penyedap rasa.

Selain itu, soto ini bisa ditambah dengan perasan jeruk nipis yang semakin menyegarkan.

“Soto kami memiliki kuah yang bening. Itu yang membedakan kami dengan yang lain,” ujar Supriyanto.

Aneka lauk olahan sapi juga beragam varian mulai dari iso babat, otak goreng, kapur susu sapi, jeroan untuk menyempurnakan rasa soto.

Dibalik nama Mbok Lele

Usaha yang dijalankan Supriyanto ini merupakan 'warisan' alias terusan dari Eyang Buyutnya yang bernama Nyai Karto Wijaya.

Dipilihnya nama Mbok Dele pun dilakukan secara tak sengaja.

Saat itu, anak Nyai Karto Wijaya, Ngatinem, memiliki postur tubur kurus dan kecil.

Ngatinem adalah eyang putri Supriyanto.

Warga kemudian memanggil Ngatinem dengan sebutan Dele berasal dari ata kedelai yang bentuknya kecil mirip tubuh Ngatinem.

Setiap kali memesan soto kepada eyang buyutnya, orang-orang selalu menyebutkan, “Kana tuku soto neng Mbokne Dhele (Sana beli soto di Ibunya Dhele)”.

“Terus lama-lama orang tahunya sini soto Mbok Dele,” ujar pria yang melanjutkan usaha soto sejak Maret 1997.

#gaya hidup #hiburan #Kuliner #lifestyle #indonesia

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

img1

KULINER

Hucap, Si Manis dari Kuningan

Rabu, 06/12/2017 12:30
Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018