logo
pr-logo-head
Selasa, 03/04/2018 14:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Enam Hal "Tidak" yang Harus Dikatakan pada Anak

img6

Ilustrasi orangtua (Sumber: pixabay)

Mengatakan tidak atau jangan kepada anak adalah respons orang tua agar mereka berhenti melakukan sesuatu.

Menurut psikolog anak, Laura Markham, mengatakan hal demikian pada anak akan membuat mereka berpikir di dalam kotak.

"Anak itu akan mati, merasa inisiatifnya dihentikan," ujarnya dilansir dari independent.co.uk, Selasa 3 April 2018.

Namun, penulis Peaceful Parent, Happy Kids itu mengatakan ada beberapa hal yang tepat untuk mengatakan jangan atau tidak.

Berikut ini, enam hal yang harus dikatakan untuk mendidik mereka agar tumbuh baik.

1. Jika anak menyakiti hewan atau orang lain.

Balita tidak akan mengerti menyakiti seseorang atau hewan.

Jika mereka melakukannya, sebaiknya Anda katakan untuk mengasihinya dan bersikap baiklah kepada mereka.

2. Jika anak menghancurkan properti pribadi.

Anak kecil biasanya sering main di kamar kakak atau orang tua.

Saat mereka merusak barang, Anda harus memberitahu jika setiap properti pribadi harus dihormati.

3. Jika anak membuka baju di depan umum.

Usia empat tahun adalah batas anak dapat memamerkan tubuhnya.

Katakan kepada mereka bahwa tubuh itu indah, kuat, dan istimewa.

Namun, ada beberapa bagian yang bersifat pribadi dan tidak boleh dibaginya dengan semua orang.

4. Jika mereka nakal di sebuah restoran.

Ketika anak berlari atau main di restoran, tentu saja dia akan menghalangi pelayan yang tengah bekerja atau mengganggu waktu makan orang lain.

Berikan penjelasan kepada anak, bahwa setiap orang memiliki hak untuk makan dengan tenang.

5. Mengajari tentang orang asing.

Mungkin anak akan melihat Anda sebagai orangtua bisa akrab dengan orang lain meski baru pertama berjumpa.

Hal ini memang sangat rumit, tetapi katakanlah pada mereka bahwa ada orang dewasa yang bisa dipercaya dan tidak.

Jadi, pergi dengan orang dewasa boleh asal orang tua sudah mengizinkan.

6. Tepati janji dengan teman.

Anak mungkin akan pergi sepulang sekolah dengan teman sebangkunya.

Namun di perjalanan, ada teman lain mengajaknya pergi dan akan mendapatkan sesuatu seperti es krim.

Sebagai anak, tentu ia ingin pergi dengan mereka yang memberi es krim.

Sebagai orang tua, Anda harus memberitahu bahwa ia harus pergi dengan teman pertama, kalau pun tidak, ia harus sesegera mungkin meminta izin pada teman tersebut.

#parenting

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN