logo
pr-logo-head
Jumat, 25/05/2018 10:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Potret Kehidupan Rumah 'Mungil' di Pusat Kota Ho Chi Minh City

img6

Salah satu rumah 'mungil' di Ho Chi Minh City (AFP)

Apa jadinya jika sebuah keluarga tinggal di sebuah rumah yang hanya berukuran 2,2 meter saja?

Pham Quoc Cong merupakan satu dari sejumlah keluarga yang tinggal di rumah mungil di sudut kota Ho Chi Minh City, Vietnam.

Dilansir dari AFP, Pham bersama enam anggota keluarganya tinggal di rumah mungil yang terletak di pusat kota.

Menurutnya, ia lebih memilih bertahan di rumah yang sempit karena dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan.

Di rumahnya bertumpuk lemari penuh dengan pakaian, mainan, lemari es, tempat tidur susun, penanak nasi, kertas, bahan makanan, kertas toilet sehingga terkadang tak menyisakan ruang untuknya tidur.

Untuk menggunakan kamar mandi ia harus berjalan sejauh 2 km untuk menjangkau toilet.

"Sangat sulit selama musim hujan untuk menemukan tempat yang kering. Jika saya tidak bisa, saya hanya tidur sambil berdiri sepanjang malam," ujar Pham yang telah tinggal di rumah mungil sejak tahun 1975.

Foto:AFP

Pham dan sejumlah keluarga lain yang tinggal di rumah mungil merupakan potret bertahannya keluarga di tengah perkembangan kota yang signifikan.

Terselip di gang-gang berliku, bersarang di bawah perkembangan kondominium baru atau diapit di antara kios-kios makanan jalanan dan toko-toko, mereka mudah dilewatkan oleh pejalan kaki yang tidak peduli.

Meski begitu, seperti banyak orang lain yang tinggal di rumah mikro, dia mengatakan, dia tidak akan menukar lokasi primanya dengan beberapa meter tambahan ruang.

Lebih baik mati daripada harus pindah

Rumah mungil bermunculan dalam petak-petak yang disebabkan pembangunan jalan serta perkembangan kota yang signifikan.

Tidak ada data pasti terkait jumlah mereka karena suatu saat bisa saja menghilang akibat perkembangan kota.

Foto:AFP

Rumah mungil mereka menjadi sengketa karena suatu saat bisa saja digusur untuk dibangun jalan atau kondominium.

Seperti halnya Nguyen Van Truong, yang tinggal dengan lima saudara dalam rumah 6,7 meter persegi di bawah kondominium mewah yang tinggi.

Dia hidup dalam ketakutan bahwa pemerintah dapat memaksanya keluar.

"Jika diberi pilihan... untuk pindah ke tempat lain atau tetap di rumah kecil ini, aku akan memilih untuk tinggal. Aku lebih baik mati daripada dipaksa meninggalkan tempat ini," ujar Nguyen.

#parenting #gaya hidup

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250
avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018