logo
pr-logo-head
Sabtu, 16/12/2017 07:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Tiga Hal yang Sebaiknya Tidak Dikatakan Pada Anak

img6

Ilustrasi memarahi anak (mbrittingham.com)

Pola asuh menentukan tumbuh kembang anak.

Sebagai orang tua, kita harus tahu bagaimana pola asuh yang baik.

Untuk memulainya, Anda harus tahu dari cara berbicara kepada si buah hati.

Berdasarkan laman huffingtonpost.com, Sabtu, 16 Desember 2017, ada tiga hal yang sebaiknya tak diucapkan pada anak Anda.

“Kamu anak nakal”

Mengatakan kata nakal kepada anak berbahaya.

Sebab, kalimat itu akan tertanam dalam diri anak dan menganggap dirinya sebagai anak nakal.

Risikonya anak akan tumbuh dalam perilaku yang tak baik dan punya kecenderungan lebih besar untuk depresi atau cemas.

Jika anak sulit dikendalikan bahkan melawan nasihat, Anda cukup katakan bahwa tindakan yang dilakukannya bisa merugikan dan tidak baik.

“.…Kalau tidak,…”

Kata penghubung "kalau tidak" merupakan ancaman.

Contohnya, “Stop lari-lari ya, kalau tidak nanti kamu ditinggal sendirian”.

Ancaman bukan cara tepat untuk mendidik anak dan bisa membuatnya jadi berpikir tidak rasional.

Sama seperti sebelumnya, Anda bisa menerangkan efek negatif yang bisa ditimbulkan bila ia meneruskan hal yang tidak baik.

Berilah pola hubungan sebab-akibat yang masuk akal, agar anak pun bisa terlatih berpikir logis.

Misalnya ketika anak lari sambil makan, jelaskan padanya bahwa hal tersebut bisa membuat perutnya sakit.

“Kok kamu tak bisa seperti kakakmu ya?”

Berhentilah membandingkan anakmu dengan orang lain, termasuk kakaknya sendiri.

Hal itu akan memberikan dampak yang sangat buruk pada perkembangan mental anak yang selalu merasa rendah diri.

Anda harus bisa membuat anak bekerja sama dengan orang lain atau saudaranya sendiri.

Dengan hal itu, Anda juga bisa mengajarkannya untuk menghargai kelebihan masing-masing dan bisa berguna untuk kebaikan bersama.

#Edukasi #gaya hidup #parenting

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN