logo
pr-logo-head
Kamis, 19/04/2018 21:00
PENULIS : ALESSHINTA GESTIRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Kursi Pesawat Terbaru, Dapat Tingkatkan Kuantitas Penumpang

img6

Viva Colombia Airlines (Sumber: the sun)

Perusahaan tempat duduk untuk maskapai, Italia Avio Interiors meluncurkan Skyrider 2.0, yang "memungkinkan kepadatan ultra-tinggi di kabin pesawat", pada Aircraft Interiors Expo tahun ini di Hamburg.

Desainnya memiliki sandaran yang lebih pendek, yang berarti penumpang berada dalam posisi yang lebih tegak, daripada kursi pesawat pada umumnya.

Dilansir dari Independent, Kamis 19 April 2018, fitur ini memungkinkan maskapai penerbangan untuk meningkatkan jumlah penumpang hingga 20 persen, hal itu klaim oleh pihak Avio Interiors.

Hal ini memungkinkan maskapai dalam peningkatan keuntungan bagi perusahaan penerbangan.

Dikatakan dalam sebuah pernyataan, "The Skyrider 2.0 adalah kursi inovatif, yang memungkinkan kepadatan ultra-tinggi dalam kabin pesawat. Skyrider 2.0 memberikan pengalaman perjalanan penumpang dengan lebih leluasa."

Avio Interiors (sumber: independent)

Fitur utama Skyrider 2.0 ini terdapat pada bagian bawah kursi yang memberikan peningkatan posisi penumpang secara tegak, sambil mempertahankan kenyamanan yang memadai.

Avio Interiors juga menjelaskan bahwa jika desain kursi baru ini memiliki bobot 50 persen lebih rendah dari kursi ekonomi standar dan memiliki lebih sedikit komponen, sehingga membuatnya lebih murah dan lebih mudah untuk dirawat.

Kursi itu sendiri menyerupai pelana kuda dan terlihat beda dari kursi kabin pada umumnya, dengan bagian yang ditinggikan di bagian tengah, kursi dirancang sehingga penumpang dapat meletakkan kaki di kedua sisi.

Ilustrasi (sumber: traveller.com)

Belum diketahui apakah sudah ada maskapai penerbangan yang memesan Skyrider 2.0 oleh Avio Interiors.

Peluncuran kursi ini dilakukan setelah maskapai penerbangan VivaColombia mempertimbangkan rencana untuk mengganti kursi pesawatnya dengan ini.

Pendiri dan CEO maskapai tersebut, William Shaw mengatakan kepada Miami Herald pada Juni 2017 bahwa mereka sedang mencari opsi penerbangan vertikal. 

"Ada orang di luar sana yang meneliti apakah Anda dapat terbang secara berdiri dan kami sangat tertarik pada apa pun yang membuat perjalanan menjadi lebih murah," ujar William.

Dirinya juga mengatakan jika saat ini para pelancong bahkan tidak peduli jika tidak memiliki sistem hiburan saat penerbangan atau tidak disuguhkan makanan.

#tekno

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018