logo
pr-logo-head
Rabu, 02/05/2018 20:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : SICA HARUM

Twitter Juga Jual Data Pengguna ke Cambridge Analytica

img6

Ilustrasi Twitter (pixabay)

Penjualan data pribadi pengguna yang dikenal sebagai skandal Cambridge Analytica (CA) ternyata tidak hanya dilakukan Facebook, tetapi juga dilakukan Twitter. 

Pada 2015 Twitter memberikan akses data publik skala besar kepada Global Science Research (GSR) pimpinan Aleksandr Kogan, termasuk jumlah unggahan pengguna selama sebulan.

Di Facebook, GSR menambang data pengguna dengan menciptakan kuis kepribadian di Facebook.  Melalui GSR juga, Kogan menambang data pengguna Twitter dan menjualnya dalam jumlah yang besar.

"Sekali di tahun 2015, GSR mengakses antarmuka pemrograman aplikasi (API) ke pengguna secara random terhitung selama lima bulan mulai Desember 2014 hingga April 2015," tulis pernyataan resmi Twitter mengutip Bloomberg.

Meski demikian, Twitter mengklaim tidak ada informasi sensitif mengenai pengguna yang berpindah ke tangan Cambridge Analytica (CA).

"Berdasarkan laporan terbaru, kami melakukan peninjauan internal dan tidak menemukan ada informasi personal tentang pengguna Twitter."

GSR sendiri disebut membayar ke Twitter untuk mengakses data-data pengguna. Namun, tidak dirinci sejauh mana data yang bisa diakses. 

Twitter diketahui membuka akses ke perusahaan tertentu, pengembang, dan pengguna untuk mengakses data pengguna secara publik lewat API.

Media sosial berlogo burung ini juga sering menjual data pengguna ke perusahaan untuk menganalisa layanan pelanggan hingga sentimen terhadap satu perusahaan.

Namun saat ini, perusahaan mikroblogging itu disebutkan telah menghapus CA dari daftar pengiklan.

#tekno

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN