logo
pr-logo-head
Rabu, 16/05/2018 12:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

China Berencana Hidupkan Ide Karl Marx dengan Kecerdasan Buatan

img6

Ilustrasi ruang kenegaraan di Chinia (AP Photo)

Profesor hukum terkenal dari Universitas Tsinghua, Feng Xiang, mengatakan jika Artificial Intelligance (AI) atau kecerdasan buatan dapat menghidupkan kembali ide-ide Karl Marx.

Jika ide-ide tersebut diberi kesempatan hidup, ia percaya dapat menyelesaikan banyak masalah ekonomi yang tengah terjadi saat ini.

Hal ini ia ungkapkan setelah CEO Alibaba, Jack Ma, mengatakan bahwa Big Data dapat menghidupkan kembali ekonomi terencana (berpusat pada negara) sehingga menjadi efisien.

Menurut FEng Xiang, analisis AI dalam Big Data akan mengoptimalkan distribusi sumber daya, sehingga menghilangkan kelemahan utama ekonomi terencana.

Ia mengatakan, AI dan Big Data tidak boleh dikuasai pribadi atau pun swasta karena dapat mengakibatkan banyak masalah.

Ia memberikan contoh pada kasus Facebook sebagai swasta yang memegang AI dalam Big Data.

Mengutip dari washingtonpost.com, menurutnya, Facebook tidak bertanggung jawab akan data pribadi masyarakat dan malah mengorbankannya demi kepentingan pribadi.

Profesor Feng pun memeringatkan, apabila AI ada di bawah kendali kekuatan pasar, ini dapat menyebabkan seluruh kekayaan materi akan dibuat robot.

Sementara itu, orang-orang akan kehilangan pekerjaan dan berakhir terpinggirkan.

Ia memastikan, jika AI dan Big Data digunakan di bawah ekonomi terencana atau model ekonomi pasar sosialis China, distribusi sumber daya akan sangat adil dengan nilai semua orang.

Pemikiran Feng Xiang tentu mendapat penolakan dari berbagai pihak karena, itu sangatlah berbahaya.

Salah satu yang lantang dalam hal ini adalah pakar IT, Liu Cingliang.

Ia mengatakan, AI dan Big Data tidak boleh dimiliki satu perusahaan atau bahkan negara.

Jika terjadi, hasilkan akan kembali seperti ekonomi terencana yang pernah dimiliki China sebelumnya, di mana segala produksi diatur negara dan tidak memberi kebebasan pada warganya.

#Edukasi #tekno

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018