logo
pr-logo-head
Senin, 04/06/2018 10:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Ciptakan Semprotan Anti-Nyamuk, Pejalar Bengkulu Menang di Ajang Internasional

img6

Para siswa Bengkulu di Malaysia (dok. SMAN 2 Bengkulu Selatan)

Tiga pelajar dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bengkulu Selatan ciptakan semprotan nyamuk dari pohon mahoni.

Penemuan itu pun menang dalam ajang "World Young Inventors Exhibition" di Malaysia.

Penemuan ketiga pelajar bernama Arif Hidayat, Endi Juniardi, dan Aqshal Dwi Raldo berawal dari pengamatannya terhadap pohon mahoni di dekat sekolah.

"Kebanyakan orang menganggap mahoni hanya bermanfaat kayu dan daunnya saja, sehingga memicu kami untuk meneliti manfaat kesehatannya," ujar Arif dikutip dari Antara.

Setelah melakukan penelitian ilmiah, ekstrak biji mahoni ternyata memiliki senyawa saponin yang tidak disukai serangga seperti nyamuk demam berdarah.

"Saponin inilah yang menjadi dasar terbentuknya semprotan pelindung kulit dari gigitan nyamuk," katanya.

Saponin merupakan senyawa dalam bentuk glikosida yang berfungsi sebagai antibakteri dan antiserangga.

"Hanya dengan sekali semprot dapat melindungi kulit dari gigitan nyamuk selama delapan jam," lanjutnya.

Ekstrak biji mahoni dikemas dalam botol kecil berukuran 100 milliliter, dan dijual seharga Rp15 ribu per botol, dengan aroma perasan kulit jeruk.

"Kami berharap, penelitian ini bermanfaat bagi banyak orang, terutama di Indonesia," tambahnya.

#Edukasi #tekno

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018