logo
pr-logo-head
Rabu, 06/06/2018 15:00
PENULIS : RANDI MULYADI - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Di Uganda, Penyebar Hoaks dan Gosip melalui Facebook Dikenakan Pajak

img6

Ilustrasi facebook (pixabay)

Hoaks atau berita palsu sulit dibendung dari jejaring sosial seperti Facebook dan WhatsApp.

Beragam cara telah dilakukan untuk mencegahnya, tapi hoaks tetap masih bisa ditemukan.

Hal ini dimanfaatkan Presiden Uganda, Yoweri Museveni, yang mengambil pajak pada mereka yang bergosip atau menebar hoaks.

Menurutnya, pajak itu merupakan tindakan pencegahan sekaligus membantu masukan dana kepada negara.

"Ada Undang-Undang khusus untuk mereka yang menyebar hoaks menggunakan WhatsApp dan Facebook," ujarnya dikutip dari futurism.com.

Untuk nilainya, pemerintah membebankan pajak harian sebesar 200 shillings Uganda atau sekitar 5 sen.

Namun, hal itu mendapat protes keras karena dianggap membatasi kebebasan berbicara.

Perlu diketahui, penduduk Uganda yang menggunakan internet hanya sekitar 40 persen dari 40 juta penduduk yang ada.

Dengan adanya UU tersebut, tak sedikit orang yang berhenti menggunakan media sosial.

#tekno

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018