logo
pr-logo-head
Sabtu, 07/04/2018 13:00
PENULIS : ALESSHINTA GESTIRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Lima Kota yang Wajib Dikunjungi Sebelum Punah, Salah Satunya di Indonesia

img6

Potosi, Bolivia (Sumber: bolivia-facts)

Dari perang, perubahan iklim, spesies langka, hingga tempat wisata selalu berada dalam warisan dunia. 

Mereka yang dianggap sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO akan mendapatkan status dan perlindungan resmi.

Setiap tahun, UNESCO memberikan Daftar Warisan Dunia yang terancam.

Hal itu biasanya disebabkan oleh konflik bersenjata, bencana alam, cuaca buruk, pembangunan kota yang tidak terencana, perburuan, polusi dan bahkan pembakaran yang dapat mengancam Warisan Dunia.

Dilansir dari TravelandLeisuire, Sabtu 7 April 2018, beberapa negara ini seharusnya dikembangkan kembali agar tak punah. 

Wina, Austria

FOTO: scambieuropei.info

Di Wina, UNESCO berpikir jika ada bahaya di mana proyek bertingkat tinggi dapat merusak langit bersejarah di kota ini. 

Di sina, di Sungai Danube, pengunjung datang untuk warisan musiknya (di sanalah rumah bagi Mozart dan Beethoven), istana Kekaisarannya seperti Schönbrunn, istana Baroque dan kebunnya, serta arsitektur Habsburgnya. 

Keindahan kota ini sepertinya tidak memerlukan hal mewah seperti adalah apartemen dan hotel yang menjulang.

Hutan hujan Sumatra, Indonesia

FOTO: discoverindonesia

Dengan kurang dari 15.000 hewan yang tersisa di alam liar, orangutan Sumatra yang terancam punah sudah berada di tepi jurang. 

Orangutan dahulu ada di seluruh pulau Sumatra, dan bahkan ke Jawa, namun saat ini hanya sembilan populasi kecil yang tersisa.

Lebih buruk dari itu, hanya tujuh yang tampaknya memiliki prospek kelangsungan hidup jangka panjang, dan masing-masing memiliki kurang dari 250 anggota. 

UNESCO berpendapat bahwa tiga taman nasional Sumatra, seperti Gunung Leuser, Kerinci Seblat dan Bukit Barisan Selatan mewakili potensi terbesar untuk konservasi jangka panjang. 

Kunjungi salah satu dari tiga ini, dan Anda mungkin juga dapat melihat gajah, badak dan harimau.

Pusat Sejarah Shakhrisyabz, Uzbekistan

FOTO: wikipedia.org

Hanya dengan 90 menit berkendara ke selatan Samarkand, Anda akan disuguhkan kota Shakhrisyabz. 

Kota yang sudah berusia 2.000 tahun di wilayah Kesh ini, menghadirkan dinding-dinding tua abad abad pertengahan dan masjid berkubah biru.

#Traveling #Edukasi

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250
avatar
Ask The Expert

Mengenal Ghorayeba, Sajian Kue Lebaran Khas Negeri Firaun

Kue ini sering disebut juga sebagai biskuit pasir yang masuk dalam kategori kue kering.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Jumat, 15/06/2018