logo
pr-logo-head
Rabu, 04/04/2018 17:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Menengok Uniknya 'Kuburan Sepeda Warna-Warni' di Tiongkok

img6

Kuburan sepeda (Sumber: Shanghaiist)

Konsep bike sharing atau sepeda bersama diterapkan di beberapa kota.

Dengan tujuan untuk mengurangi polusi, konsep bike sharing dinilai tetap membuat warga enggan menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi yang dekat.

Meski begitu, tak semua kota sukses menjalankan konsep tersebut.

Salah satunya yaitu di Shanghai, Tiongkok, di mana ribuan sepeda tersebut berubah menjadi bangkai yang ditempatkan di 'kuburan massal paling mahal'.

Foto: Shanghaiist

Dilansir dari Medium.com/Shanghaiist, Rabu 4 April 2018, sepeda-sepeda tersebut kini menjadi bangkai yang ditumpuk di sebuah kuburan warna warni di wilayah 'mahal' yaitu Haining, Shanghai.

Konsep bike sharing awalnya sangat berkembang di Shanghai beberapa tahun yang lalu.

Sayangnya, infrastruktur di kota tersebut belum siap menerima bike sharing yang terlalu banyak membanjiri jalanan.

Foto: Shanghaiist

Hingga akhirnya banyak pengguna yang memarkir sepeda dengan kondisi sembarangan yakni di pinggir jalan.

Hal itu tentunya sangat mengganggu lalu lintas karena banyaknya sepeda tak bertuan yang menumpuk di jalan dan trotoar.

Singkat cerita, polisi pun mengambil alih sepeda-sepeda tersebut untuk ditumpuk ke sebuah 'kuburan mahal' di Haining.

Menurut laporean media NetEase, beberapa real estate di wilayah Haining Road memiliki harga tanah yang cukup fantastis.

Real estate di dekat Haining memiliki harga tanah mencapai 70 ribu yuan atau setara Rp153 juta per meter persegi.

Meski begitu, kuburan massal untuk sepeda tak hanya berada di Haining saja.

#Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN