logo
pr-logo-head
Minggu, 22/04/2018 09:00
PENULIS : ALESSHINTA GESTIRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Revitalisasi, Kopenhagen Segera Miliki Kolam Renang Umum Megah

img6

Sumber: KENGO KUMA & ASSOCIATES, INC.

Di mana pun saat Anda berada di Denmark, Anda tidak pernah lebih 30 kaki dari lautan.

Kehidupan di tepi laut adalah bagian penting dari budaya Denmark.

Namun, ada sesuatu yang hal yang baru.

Para arsitek saat ini harapkan akan merevitalisasi pulau buatan yang tidak digunakan lagi pada pelabuhan Kopenhagen.

Perusahaan arsitektur Jepang Kengo Kuma & Associates, baru-baru ini memenangkan kompetisi untuk membangun Pusat Kebudayaan Tepian Laut Kopenhagen yang baru dan juga memberi penghormatan kepada budaya pantai Denmark.

Dalam proyek tersebut, pengunjung akan menikmati kolam renang indoor dan outdoor yang dapat turun langsung menuju laut.

Courtesy of KENGO KUMA & ASSOCIATES, INC.

Sementara, kolam kaca yang tinggi akan memungkinkan pengunjung untuk berenang melalui piramida batu bata yang megah.

Dilansir dari Travel + Leisure, Minggu 22 April 2018, pengunjung dapat merasakan The Mock Up, sebuah pandangan fantastis yang menawarkan desain futuristik kedalam sisi elegan yang dihadirkan pada kolam renang umum. 

Selain itu, bangunan ini juga akan mencakup ruang untuk kegiatan olahraga dan kebugaran.

Courtesy of KENGO KUMA & ASSOCIATES, INC.

"Fokus kami dalam desain untuk menciptakan pengalaman pribadi seseorang. Bukan hanya sekadar objek yang berdiri sendiri, dalam bentuk lanskap, seni dan arsitektur yang disatukan dan ditentukan oleh air," arsitek utama proyek, Yuki Ikeguchi, mengatakan dalam sebuah pernyataan. 

Dirinya menjelaskan jika desain yang ditampilkan berusaha untuk melunakkan dan melarutkan sensasi daratan.

Para arsitek belum merilis tanggal penyelesaian yang diharapkan untuk proyek ini.

Proyek ini merupakan bagian dari pembangunan kembali untuk mengubah pulau buatan yang tidak digunakan menjadi pusat budaya Kopenhagen dengan memperluas dan merevitalisasi tepiannya.

Christiansholm (dikenal secara lokal sebagai Pulau Kertas) dulunya adalah rumah pers Denmark. 

Hari ini, daerah ini akan menjadi pusat publik di mana para pengunjung dapat menjelajahi bekas gudang industri yang sekarang menjadi tempat kedai makanan jalanan, ruang acara dan museum sains dan teknologi eksperimental.

Courtesy of KENGO KUMA & ASSOCIATES, INC.

Wah, keren banget kan?

#Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018