logo
pr-logo-head
Selasa, 24/04/2018 17:30
PENULIS : ALESSHINTA GESTIRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Ini Alasan Kursi Pesawat Menghadap ke Depan

img6

Ilustrasi (Sumber: huffpost)

Tidak ada alasan khusus mengapa kursi pesawat semuanya menghadap ke depan seperti auditorium.

Faktanya, jawaban tersebut terletak pada intuisi.

Padahal menurut beberapa peneliti, kursi yang menghadap ke belakang sebenarnya bisa lebih aman.

Penjelasannya sama dengan kursi mobil yang menghadap ke belakang. 

Beberapa studi universitas telah menegaskan bahwa selama pendaratan darurat, kursi yang menghadap ke belakang memberikan lebih banyak dukungan untuk kepala, leher dan punggung.

Namun, ini seakan aneh jika seorang penumpang harus melihat kabin pesawat dan dari mana datangnya seorang pramugari.

Pertama, penumpang dikondisikan untuk mempertimbangkan kursi yang menghadap ke depan, ini masuk pada norma dan standar yang sulit untuk diubah.

Seperti dilansir dari laman Travel+Leisure, Selasa 24 April 2018, sudah seperti itu sejak awal penerbangan komersial.

Meski sebagian besar, maskapai penerbangan tidak akan memasang kursi mundur karena alasan biaya. 

"Selama terjadi benturan, pusat gravitasi penumpang akan lebih tinggi dan kursi akan mengambil lebih banyak tekanan. Oleh karena itu kursi itu sendiri, peralatan dan lantai pesawat perlu diperkuat," kata David Learmount, operasi dan keselamatan editor di FlightGlobal.com.

Selain itu, kursi tersebut akan meningkatkan berat pesawat, yang akan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Namun, kursi yang menghadap ke belakang bukanlah hal yang tak mungkin.

Kursi yang menghadap ke belakang bisa saja ada di pesawat tertentu, Anda hanya perlu membayar lebih banyak untuk memesan satu kursi.

BACA JUGA : Pramugarinya Disandera dengan Pulpen, Pesawat China Mendarat Darurat 

Kabin premium di British Airways, American Airlines, Etihad, dan United menampilkan beberapa kursi yang menghadap ke belakang.

Beberapa pelanggan menyukai kursi ini untuk privasi tambahan menghindari kontak mata dengan mereka yang datang di lorong.

Selain itu, faktor persepsi penumpang sangat memengaruhi keengganan maskapai penerbangan untuk memasang kursi mundur. 

Banyak penumpang dapat mempertimbangkan kursi yang menghadap kebelakang untuk mabuk menghindari mabuk perjalanan. 

Namun, penyakit tersebut nyatanya tidak memengaruhi posisi kursi yang menghadap ke belakang seperti halnya di bus atau kereta api.

"Satu-satunya alasan penumpang dapat mengalami mabuk perjalanan adalah waktu taksi, lepas landas, dan pendaratan," kata Brian Dunlap, seorang pilot yang menulis untuk Quora.

#Edukasi #Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018