logo
pr-logo-head
Jumat, 27/04/2018 10:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Badan Pariwisata Fiji Minta Maaf Setelah Luncurkan Iklan Kontroversial

img6

Salah satu destinasi wisata di Fiji (AFP)

Badan Pariwisata Fiji atau Fiji Tourism meminta maaf setelah menampilkan iklan kontroversial.

Diketahui, iklan tersebut menampilkan istilah pribumi mencampur kata-kata untuk gereja dan toilet, menyebabkan kemarahan di negara Pasifik yang sangat religius.

Dilansir dari AFP, Jumat 27 April 2018, iklan tersebut menampilkan kata dalam bahasa tradisional Fiji iTaukei untuk pengunjung internasional 'Vale ni lotu' yang diterjemahkan sebagai toilet.

iTaukei adalah bahasa pribumi Fiji dan diperkirakan diucapkan oleh sekitar setengah juta orang.

Iklan yang mengandung kontroversial (abc.net.au)

Padahal kata tersebut berarti rumah ibadah, atau gereja, dan kesalahan itu membuat marah banyak orang, termasuk pemimpin oposisi Ro Teimumu Kepa.

"Marah dan jijik bahwa organisasi seperti Fiji Tourism merilis video promosi pada platform media sosial mereka tanpa pemeriksaan atau pembacaan bukti yang tepat," tulis Kepa melalui akun Twitternya.

Meski begitu, tidak jelas mengapa kata-kata seperti itu muncul di video.

Akhirnya, Fiji Tourism pun meminta maaf dan menarik iklan tersebut.

Mereka berdalih, iklan tersebut merupakan kesalahan dalam proses produksi.

"Kami bertanggung jawab penuh atas kesalahan itu dan dengan tulus menyesali pelanggaran apa pun," rilis pernyataan Fiji Tourism.

#Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018