logo
pr-logo-head
Rabu, 09/05/2018 12:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : YUDHO RAHARJO

Kereta Bawah Tanah Tokyo Diprediksi Lumpuh Pada Olimpiade 2020

img6

Ilustrasi kereta bawah tanah (Pixabay)

Kereta bawah tanah Tokyo terkenal dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Selain itu, potret keramaian penumpang saat jam sibuk juga menjadi hal yang tak dapat dipisahkan dengan pengguna kereta di Negeri Matahari Terbit.

Parahnya, para ahli memprediksi keramaian penumpang di kereta bawah tanah itu akan berubah menjadi kelumpuhan saat digelarnya event Olimpiade 2020 mendatang.

Dilansir dari AFP, Profesor Azuma Taguchi dari Universitas Chuo di Tokyo menggunakan model matematika untuk memprediksi aliran penumpang saat gelaran akbar itu dimulai.

Diperkirakan akan ada 1,3 juta penonton olimpiade yang mungkin bergabung dengan 8 juta penumpang reguler di kereta bawah tanah Tokyo.

Potret jam sibuk di Kereta bawah tanah Tokyo (AFP)

'Kemacetan fatal' bisa terjadi di stasiun terdekat tempat Olimpiade sementara stasiun transfer utama dan jalur utama bisa lumpuh karena kepadatan.

"Kami akan melihat peningkatan 10-20 persen dalam jumlah penumpang di stasiun-stasiun transfer utama ketika para penonton bergabung dengan komuter," ujar Azuma.

Ia menambahkan, kemacetan akan berakibat antrean panjang dan menghentikan seluruh jaringan.

Azuma menyarankan solusi agar kelumpuhan tidak terjadi di wilayahnya.

Para penumpang reguler atau komuter disarankan untuk tinggal dirumah sementara para pekerja mengambil cuti atau bekerja secara remote. Skema seperti ini sudah sukses diterapkan di London selaku tuan rumah Olimpiade 2012.

Saat itu, banyak warga London memutuskan untuk tinggal di rumah atau mengubah jadwal perjalanan mereka untuk menghindari orang banyak.

Koordinasi pihak terkait.

Komite Olimpiade Jepang Kana Enomoto mengatakan  telah mempelajari langkah-langkah untuk menjaga transportasi agar tetap lancar.

Kana juga menambahkan telah berkoordinasi dengan pemerintah kota Tokyo dan pejabat pemerintah Jepang.

"Rencananya perlu kerja sama dari perusahaan, tetapi itu akan mempengaruhi kegiatan bisnis dan penjualan mereka, yang berarti itu tidak akan menjadi tugas yang sederhana," ujarnya.

 

#gaya hidup #hiburan #Hidup Gaya #lifestyle #Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018