logo
pr-logo-head
Selasa, 29/05/2018 13:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

FOTO: Menengok Kondisi Bangunan 'Istana Kayu' Terbesar di Eropa

img6

Bangunan kayu yang menjadi panti asuhan di Turki (AFP)

Bangunan kayu terbesar di Eropa yang ada di Turki berada dalam kondisi memprihatinkan.

Bangunan unik enam lantai ini dulunya merupakan tempat tinggal bagi anak yatim Ortodoks Yunani sampai ditutup pada awal 1960-an.

Dilansir dari AFP, 'Istana' kayu ini dibangun sejak akhir abad ke-19 dan kini berada dalam risiko kehancuran.

Bangunan ini dibangun di atas bukit di wilayah Buyukada, salah satu bagian dari Kepulauan Pangeran di Laut Marmara.

Butuh sekitar 1,5 jam untuk menuju kesana menggunakan kapal Feri dari Pusat ibu kota Turki, Istanbul.

Foto: AFP

Untuk menyimpan dan merawat harta arsitektural ini, LSM warisan budaya Eropa atau Europa Nastra telah mendaftarkannya sebagai salah satu dari tujuh situs paling terancam di benua itu.

"Ini adalah mukjizat itu masih tetap berdiri," kata Erol Baytas penjaga bangunan yang telah bekerja lebih dari 30 tahun.

Berganti peran

Awalnya, rumah kayu ini dibangun sebagai hotel kasino mewah.

Tujuannya adalah untuk menarik wisatawan Eropa yang sangat kaya yang berbondong-bondong ke Istanbul.

Foto: AFP

Dirancang oleh Alexandre Vallaury, izin operasi untuk kasino itu tidak pernah berhasil karena tidak mendapat rekomendasi dari Sultan Abdulhamid II karena perjudian dinilai tak bermoral.

Hingga akhirnya, struktur bangunan kayu dijual kepada istri seorang bankir kaya dari minoritas Yunani di kota itu yang memberikannya kepada Patriark Ekumenis Konstantinopel.

Dan pada tahun 1903, patriarkat mengubahnya menjadi sebuah panti asuhan, yang merawat hampir 5.800 anak yatim Ortodoks Yunani sampai penutupan tahun 1964.

Kondisi saat ini

BACA JUGA : Jangan Dibuang, Ini Manfaat Hebat Kantong Teh untuk Kesehatan

Karena kosong selama lima dasawarsa, bangunan banyak 'ditinggali' oleh burung gagak serta lubang-lubang warna kusam di dalamnya.

Foto: AFP

Struktur bangunan juga sudah mulai dirusak oleh angin ganas Istanbul, musim panasnya yang terik dan musim dingin yang sangat dingin.

Terlepas dari eksteriornya yang bobrok, beberapa dari 220 kamar di dalamnya masih menyimpan sisa-sisa kemegahan, seperti ballroom dengan kotak dan balkon serta lantai parketnya yang dulu berkilau.

Dalam waktu dekat, tim dari Europa Nostra akan mengunjungi situs sebagai langkah untuk melakukan pemugaran.

Masalah utama yakni pada atap untuk menghadapi musim dingin.

Diperkirakan, butuh biaya sebesar 42,3 juta Euro atau setara Rp693 miliar.

#Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250
avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018