logo
pr-logo-head
Selasa, 26/06/2018 10:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Catat, Festival Bakar Tongkang Kembali Digelar Akhir Bulan Ini

img6

Festival Bakar Tongkang (Sumber: Antaranews)

Agenda pariwisata berskala internasional Festival Bakar Tongkang akan digelar di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Festival ini akan digelar 28-30 Juni 2018 dan diharapkan dapat mengundang wisatawan lokal dan mancanegara hadir.

"Kunjungan puluhan ribu wisatawan ke Kota Bagansiapi ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Rokan Hilir," ujar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dikutip dari Antara, Selasa 26 Juni 2018.

Pada 2017 lalu, festival yang sudah mendunia ini telah dikunjungi sekitar 52.000 wisatawan nusantara dan mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, sampai ke Tiongkok.

Festival ini akan dipusatkan di Kota Bagansiapapi, Kabupaten Rokan Hilir.

Festival Bakar Tongkang akan diawali dengan acara ritual di kelenteng In Hok Kiong yang merupakan kelenteng tertua di kawasan Pekong Besar.

Lalu acara dilanjutkan dengan arak-arakan ke tempat pembakaran hingga berlanjut ke prosesi pembakaran di hari selanjutnya.

Pada tanggal 28 Juni (siang) akan digelar Bakar Tongkang Fashion Carnaval yang dipusatkan di depan Mess Pemda Jalan Perwira Bagansiapiapi, di lokasi yang sama pada malam harinya akan digelar acara kesenian yaitu Pentas Negeri Seribu Kubah.

Pada tanggal 29 Juni, pukul 08.00 hingga 11 .00 WIB, akan digelar Bagansiapiapi Heritage, kemudian pada tanggal 30 Juni merupakan prosesi puncak Ritual Bakar Tongkang.

Pada edisi kali ini, sejumlah kegiatan sosial juga akan digelar seperti sunat massal 500 anak-anak, pemeriksaan gigi serta THT gratis untuk 500 pasien dan operasi katarak gratis kepada masyarakat.

Seperti diketahui, tradisi Bakar Tongkang sudah menjadi festival yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai kalangan.

Bakar Tongkang merupakan ritual budaya yang dilakukan untuk memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke Bagansiapiapi pada 1820.

Melalui ritual ini, masyarakat Tionghoa juga berjanji untuk mengembangkan diri di kota yang punya julukan "Hong Kong Van Andalas" ini.

#Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN