logo
pr-logo-head
Senin, 30/07/2018 18:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA

Pulau Paskah di Chili Mulai Batasi Kunjungan Wisatawan Asing

img6

Pulau Paskah (AFP)

Pulau Paskah atau Rapa Nui yang terletak di Chili mulai membatasi diri untuk orang asing dan turis. Pulau yang terletak di bagian tenggara Samudera Pasifik ini merupakan destinasi wisata populer dengan koleksi 900 patung manusia yang khas dan berdiri hingga 10 meter.

Turis, bersama migran daratan dinilai telah menjadi ancaman bagi kesejahteraan masyarakat yang berada di pulau tersebut. Untuk itulah, Pemerintah Chili memutuskan untuk membuat aturan untuk para wisatawan asing.

Belum lama ini, peraturan baru akan diberlakukan yang akan mengurangi waktu turis berlibur disana. Khusus bagi turis-yang bukan merupakan penduduk Rapa Nui- dapat berlibur atau tinggal di wilayah tersebut selama 30 hari. Sebelumnya, aturan mengizinkan turis untuk tinggal di Pulau Paskah selama 90 hari.

Tahun 2007, Pulau Paskah telah ditetapkan sebagai wilayah khusus dan memilih untuk membatasi jumlah turis dan penduduk asing atau imigran yang diizinkan di pulau itu, serta membatasi waktu mereka untuk tinggal.

"Orang asing sudah mengambil alih pulau itu," kata Walikota Pedro Edmunds dilansir dari AFP Senin 30 Juli 2018.

Pada sensus terakhir tahun 2017, ada 7.750 orang yang tinggal di Pulau Paskah, hampir dua kali lipat populasi beberapa dekade yang lalu, sebelum pulau itu dilanda booming pariwisata dan pembangunan real estate yang menyertainya.

"Mereka merusak keistimewaan lokal, budaya seribu tahun berubah dan bukan untuk kebaikan," tambah Pedro.

Masalah lainnya berdampak pada lingkungan dimana pengelolaan sampah yang buruk. Satu dekade yang lalu pulau itu menghasilkan 1,5 ton limbah per tahun per penduduk, tetapi angka itu hampir dua kali lipat menjadi 2,5 ton hari ini.

Undang-undang baru telah memberlakukan aturan ketat pada mereka yang ingin tinggal di pulau itu. Syaratnya, turis harus memiliki hubungan dengan seseorang dari penduduk di Rapa Nui, baik orang tua, pasangan atau anak.

Aturan tak berlaku bagi pegawai negeri, karyawan organisasi yang memberikan layanan kepada pemerintah, dan mereka yang mengembangkan kegiatan ekonomi independen bersama keluarga mereka.

Kemudian, pada saat kedatangan, wisatawan harus menunjukkan reservasi hotel atau undangan dari seorang penduduk. Aturan juga akan menetapkan kapasitas maksimum yang belum diputuskan.

 

#gaya hidup #hiburan #Hidup Gaya #lifestyle

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

img1

TRAVELING

Point Nemo, Tempat Paling Sepi di Dunia

Senin, 09/04/2018 09:00
img1

TRAVELING

Ryan, "Godzila" yang Traveling bersama Pemiliknya

Selasa, 16/01/2018 16:00
img1

TRAVELING

Delapan Gedung Bersejarah di Kota Bandung

Jumat, 01/12/2017 17:00
Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018