logo
pr-logo-head
Selasa, 07/08/2018 12:00
PENULIS : RIKKO RAMADHANA PUTRA - EDITOR : RAHMA PRATIWI

Singapura Uji Coba Sistem Pengenalan Iris Mata di Wilayah Perbatasan

img6

Ikon Singapura (PR/Rikko Ramadhana)

Pemerintah Singapura akan melakukan uji coba Iris-scanning technology atau alat pemindai iris mata untuk wisatawan di beberapa pos perbatasan wilayahnya.

Metode Iris-scanning technology ini akan menggantikan verifikasi sidik jari yang telah dilakukan sebelumnya.

Dilansir dari Reuters, penggunaan alat pemindai mata merupakan serangkaian inisiatif teknologi tinggi di negara yang terkenal akan logo singa itu.

Beberapa di antaranya telah memicu kekhawatiran akan privasi yang nantinya akan terganggu jika teknologi itu diterapkan.

Sejatinya, teknologi itu bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan karena ancaman militansi di wilayah tersebut telah meningkat.

Iris-scanning technology telah digunakan di negara lain seperti Amerika Serikat dan Inggris dengan berbagai tingkat keberhasilan, salah satunya dapat menghabiskan biaya lima kali lebih banyak daripada sistem sidik jari yang sudah ada.

"Uji coba akan membantu kami dalam pertimbangan apakah dan bagaimana kami harus menerapkan teknologi tersebut di pos pemeriksaan kami," kata juru bicara Immigration Checkpoint Authority (ICA) kepada Straits Times.

Media itu melaporkan bahwa sistem ini akan dilaksanakan di dua pos pemeriksaan di perbatasan utara dengan Malaysia dan satu di terminal feri yang menjalankan layanan ke pulau-pulau Indonesia.

Meski begitu, dalam ujicoba nanti hanya akan melibatkan warga lokal yang telah menetap di Singapura.

ICA sendiri telah mengumpulkan gambar pemindai mata penduduk lokal sejak Januari tahun lalu ketika penduduk membuat kartu identitas atau paspor.

Bandara Changi yang menjadi gerbang utama menuju Singapura saat ini sedang mempertimbangkan untuk menggunakan sistem pengenalan wajah untuk menemukan penumpang terlambat.  

Pemerintah Singapura mengatakan langkah-langkah ini adalah cara-cara pragmatis untuk meningkatkan kehidupan dan keselamatan orang-orang dan telah berjanji untuk tetap menjaga privasi.

#Traveling

KOMENTAR

ARTIKEL LAIN

Menuju Smart Government Bersama Pikiran Rakyat_300x250

MOST READ

avatar
Ask The Expert

Wine Biru 'Vindigo', Idola Baru di Negara Prancis

Sebotol wine biru yang dilabeli Vindigo ini dijual seharga 12 Euro atau setara Rp199 ribuan.

RIKKO RAMADHANA PUTRA
Senin, 13/08/2018